Electrical Logging Pengeboran Sumur Hotel Dafam International Airport Yogyakarta

WARTA DLH, TEMON - Pembuatan sumur bor yang berlokasi di komplek halaman Hotel Dafam International Airport Yogyakarta oleh kontraktor CV. Cita Selaras Mandiri menggunakan metode electrical logging.

Metode logging merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan untuk melihat potensi penyebaran lapisan tanah atau batuan secara vertikal yang merupakan lapisan pembawa air tanah (akuifer) atau bukan lapisan pembawa air yang dilakukan setelah kegiatan pengeboran.

Menurut Ketua Tim Logging Suwardiyono, dari hasil logging akan dapat diketahui di titik lokasi tersebut ada airnya atau tidak. Salah satu piranti yang digunakan bernama hilogger.

“Data yang tampil berupa grafik. Setelah dilogging baru ditentukan konstruksi lebih lanjut,” jelasnya.

Terkait kedalaman sumur, Konsultan CV. Cita Selaras Mandiri Wulan mengatakan, rencananya sumur bor yang dibuat berkedalaman 130 meter.        

“Rencana kedalamannya 130 meter dengan konstruksi menggunakan pipa stainless Bip. Adapun pengerjaannya memakan waktu berkisar 45 hingga 55 hari terhitung sejak 5 Desember 2020,” ujar Wulan pada WARTA DLH.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, Drs. Sumarsana, M.Si mengemukakan, meskipun ada pembuatan sumur bor Hotel Dafam pihaknya berharap tidak mengganggu keberlangsungan air sumur warga sekitar.

“Kami yakin apabila dari pihak pelaksana Hotel Dafam dapat menjaga lingkungan maka pembangunan hotel dapat berjalan lancar, cepat selesai, dan keberadaannya barokah untuk masyarakat Kulon Progo,” kata Sumarsana yang menyaksikan logging secara langsung bersama perwakilan Balai P3 ESDM, Dukuh Weton dan Ketua RT wilayah setempat, Rabu (23/12/2020).

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sony Prasetia dari pihak PT. Surabaya Mercusuar Indonesia selaku Pemegang Izin Lingkungan untuk kegiatan Hotel Dafam International Airport Yogyakarta menuturkan air tanah dari sumur bor tersebut digunakan jika sangat diperlukan yaitu sebagai "make up water" penambahan air jika sewaktu-waktu air pasokan PDAM mengalami kendala.

“Ke depan, air bersih bagi operasional Hotel Dafam menggunakan jaringan perpipaan dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Binangun Kabupaten Kulon Progo sebagai sumber utama dan air sumur bor sebagai sumber cadangan,” tuturnya.

Dengan pengambilan air tanah di atas kedalaman 125 meter kecil kemungkinan dalam menurunkan muka air tanah di sekitar lokasi. Penggunaan air tanah dalam oleh Hotel Dafam akan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk perizinannya.

PT. Surabaya Mercusuar Indonesia bersama PT. Dafam Hotel Managemen membangun Hotel Dafam International Airport Yogyakarta dengan konsep perpaduan bisnis dan resort.

Berdasarkan kerangka acuan pengembangan, hotel yang berlokasi di Pedukuhan Weton Kalurahan Kebonrejo Kapanewon Temon tersebut mempunyai 9 lantai dengan total kamar sebanyak 132 unit dan dilengkapi dengan fasilitas seperti meeting room, restoran, fitnes centre, spa, dan swimming pool. (Prd)