Di Kulon Progo : ASN Rela "Saweran" Untuk Pelestarian Burung

WARTA DLH, WATES – Keberadaan burung jenis Merpati dan Perkutut memang menjadi ikon tersendiri bagi Alun-Alun Wates Kabupaten Kulon Progo. Selain menambah keasrian, satwa berkontribusi menambah daya tarik bagi pengunjung.

Tak ingin satwa tersebut “lenyap” dari Alun-Alun akibat krisis pakan, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo rela iuran.

Menurut koordinator aksi Djulistyo, sudah 2 (dua) bulan belakangan ini timbul kepedulian dari beberapa ASN terhadap kelestarian satwa di area Alun-Alun Wates, khususnya Burung Merpati dan Perkutut.

“Mengingat belum adanya anggaran resmi guna pemberian pakan burung Merpati dan Perkutut, maka kami melakukan iuran saweran untuk membeli pakan. Minat dan kepedulian ini lahir dari rasa cinta dan handarbeni,” ungkapnya.

ASDA III Kabupaten Kulon Progo Bidang Administrasi Umum tersebut mengatakan, iuran yang dikumpulkan bukanlah sebuah kewajiban, semata-mata atas dasar sukarela dan ikhlas.

“Nominalnya tidak tentu, seikhlasnya dan bila rela saja. Kami juga tidak membentuk komunitas, sangat cair karena berbasis pertemanan dan keakraban,” tandasnya.

Salah satu ASN yang terlibat dalam aksi Taufiq Amrullah mengatakan, dengan pengumpulan saweran pihaknya optimis kelestarian Burung Merpati dan Perkutut di Alun-Alun Wates dapat terjaga.

“Kalau pakannya tercukupi, InsyaAllah burung-burung tersebut nyaman tinggal di pagupon komplek Alun-Alun dan keberadaannya dapat dinikmati pengunjung,” kata Taufiq.

Menyinggung jumlah pakan, peserta aksi lainnya Basuki menyebutkan, kebutuhan pakan rata-rata per hari bagi puluhan burung Merpati dan Perkutut di Alun-Alun Wates sedikitnya 4 kg.

“Pakannya berupa jagung. Pemberian pakan sehari sekali minimal 4 kg,” tuturnya kepada Warta DLH, Jum’at (11/12/2020).

Keberlangsungan kehidupan Burung-burung Merpati dan Perkutut di Alun-Alun Wates butuh uluran para dermawan.

Tidak mengherankan, jika satwa-satwa tersebut acapkali mendapat "rezeki" pakan dari para pedagang kaki lima yang berjualan di seputar Alun-Alun.

Kadang pula dijumpai ada pengunjung baik hati yang "sedekah" pakan membawa dari rumah. (Prd)