Hibah Program GOLD ISMIA: Salah Satu Koperasi Tambang di Kokap Terima 1 Miliar Lebih Dari UNDP

WARTA DLH, KOKAP - United Nations Development Programme (UNDP) bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui program GOLD ISMIA (Global Opportunities for Long-term Development-Integrated Sound Management of Mercury in Indonesia Artisanal and Small scale Gold Mining Project Indonesia) berupaya untuk mengurangi pencemaran merkuri dari sektor penambangan emas di Indonesia. Salah satu lokasi program GOLD-ISMIA adalah Kalurahan Kalirejo dan Kalurahan Hargorejo Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui skema micro-grants, UNDP memberi dukungan finansial kepada salah satu kelompok tambang bernama Koperasi Produsen Mineral Logam Mulia Plampang III sebesar Rp. 1.126.000.000,- (satu miliar seratus dua puluh enam juta rupiah).

Pada bulan September 2020 Koperasi Plampang III telah menandatangani kontrak dengan UNDP dalam Low Value Grants Agreement (LVGA) Reference No. 2020/ 009/ CSO Koperasi Produsen Mineral Logam Mulia.

Mengawali program micro-grants, UNDP melaunching LVGA Acara Serah Terima Hibah UNDP kepada koperasi penerima bertempat di Sekretariat Koperasi Produsen Mineral Logam Mulia Pedukuhan Plampang II Kalurahan Kalirejo, Selasa (3/11/2020).

Yogyakarta Field Facilitator dari UNDP Indonesia Ria Camelina mengatakan, dalam acara serah terima dana hibah pihaknya turut mengundang Focal Point GOLD ISMIA masing-masing dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo, Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kulon Progo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY.

“Focal Point GOLD ISMIA memang sengaja dilibatkan dalam kegiatan ini dengan tujuan agar pemerintah daerah memahami seluruh kegiatan koperasi dan diharapkan saling bersinergi,” ujarnya.

Ria menjelaskan, program GOLD-ISMIA difokuskan pada upaya penguatan institusi pemerintah sebagai pembuat kebijakan terkait dengan pengurangan penggunaan merkuri pada Artisanal Small-scale Gold Mining (ASGM), meningkatkan akses pemodalan komunitas penambang untuk dapat melakukan pengolahan emas dengan teknologi non-merkuri, meningkatkan kapasitas kelompok penambang melalui pendampingan dari tenaga ahli dan transfer teknologi, meningkatkan kesadaran dan pemahaman kelompok penambang melalui pemberian contoh daerah yang berhasil menerapkan penambangan emas tanpa menggunakan merkuri.

Menurut Ketua Koperasi Produsen Mineral Logam Mulia Plampang III Tukiman, dana hibah UNDP akan dialokasikan untuk peningkatan kapasitas koperasi seperti pengadaan kantor, kios, dan perlengkapan lainnya, peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas modal, dan kegiatan advokasi dengan pemangku kepentingan daerah.

“Peningkatan kapasitas SDM koperasi diwujudkan melalui tata kelola organisasi yang baik, pencatatan produksi dan pembukuan keuangan, penggunaan dasar komputer, IT, dan jaringan, manajemen koperasi, serta pengolahan emas yang bebas merkuri,” ucap Tukiman. 

Sementara Kepala DLH Kabupaten Kulon Progo Drs. Sumarsana, M.Si menuturkan, wilayah Kokap memang merupakan area pertambangan baik tambang batu andesit maupun tambang emas. Dengan adanya proyek GOLD ISMIA yang mendampingi masyarakat penambang emas skala kecil sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2023 diharapkan dapat mendukung terciptanya penambangan yang berwawasan lingkungan.

“Harapannya semua penambang emas di Kokap ini tidak menggunakan merkuri, tidak lain dan tidak bukan adalah semata-mata demi anak cucu kita. Hari ini penambang menikmati hasil tambangnya berwujud emas, tentu generasi yang akan datang juga berhak menikmati alam Kokap yang bebas dari pencemaran merkuri,” kata Sumarsana. (Prd)