Momen Setahun Berkiprah: Relawan EEN Gelar Seremonial di Tempuran Sungai Klegung-Tinalah

WARTA DLH, KALIBAWANG – Relawan Eco Enzyme Nusantara (EEN) mengadakan kegiatan menyemarakkan momen satu tahun berkiprah.

Digawangi Leader Wilayah Yogyakarta Atiek Mariati, para relawan EEN menggelar seremonial dengan menuangkan cairan Eco Enzyme secara bersama-sama di tempuran Sungai Klegung-Tinalah Kalurahan Banjararum Kapanewon Kalibawang.

Setahun berkiprah di Nusantara, Menurut Atiek, Eco Enzyme mendapatkan sambutan yang luar biasa, baik dari kalangan Pemerintah Daerah maupun masyarakat. Sudah banyak dari pemerintah daerah yang tergerak untuk ikut melestarikan alam dan menghadang terjadinya percepatan pemanasan global.

“Kami menggelar acara ini secara spontan bersama dengan masyarakat sekitar. Di Kulon Progo sendiri sudah terbentuk 5 grup relawan. Mereka giat mensosialisasikan Eco Enzyme beserta manfaat dan misinya dalam penyelamatan alam dari kerusakan,” tuturnya pada WARTA DLH selepas kegiatan, Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut Atiek mengungkapkan, menjadi keprihatinan bersama karena kondisi alam acap kali tidak bersahabat. Manusia memposisikan dirinya mendominasi alam yang kemudian memicu perubahan tak terduga dan menyokong terjadinya ketidakseimbangan alam.

Atiek mencontohkan, di berbagai tempat sekarang sudah mulai kesulitan dijumpai capung, padahal capung adalah indikator bersihnya air, sulit ditemukan kupu-kupu dimana kupu-kupu indikator suburnya tanah dan tanaman, serta sulit ditemukan kunang-kunang dimana kunang-kunang adalah indikator bersihnya udara.

“Indikasi-indikasi kepunahan itulah yang menjadikan para relawan EEN bersemangat dan turut bertanggung jawab memperbaiki kondisi alam,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo Drs. Sumarsana, M.Si menyambut baik kegiatan relawan EEN dalam upaya menjaga kelestarian alam untuk warisan generasi yang akan datang.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada semua relawan Eco Enzyme. Bahan baku Eco Enzyme adalah kulit buah dan sayur yang sudah tidak termanfaatkan dalam kegiatan dapur, oleh karenanya dengan membuat Eco Enzyme berarti telah berpartisipasi untuk mengurangi timbulan sampah di Kabupaten Kulon Progo, khususnya sampah organik,” ucapnya saat hadir langsung didampingi Lurah Banjararum H. Warudi. Dalam kesempatan tersebut, sebelum menuangkan cairan Eco Enzyme ke permukaan sungai, Sumarsana didaulat melantunkan puisi “Membaca Tanda Tanda” karya Taufik Ismail. (Prd)

 

Baca juga berita terkait :

Masih Pandemi, DLH Dan Komunitas Relawan Kemas Pelatihan Eco Enzyme Model Online

Dua Relawan Ini Mengenalkan Eco Enzyme Dan Manfaatnya