Geliat Wisata Kala Covid Melanda Bisa Dipengaruhi Faktor Ini

WARTA DLH, PANJATAN - Pandemi Covid-19 memang menjadi musibah yang berakibat turunnya angka kunjungan wisata, termasuk di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito, S.Sn.,MA mengatakan, kebangkitan wisata saat pandemi dengan jaminan bisa menerapkan protokol kesehatan merupakan sebuah keniscayaan.

“Di era pandemi seperti sekarang ini memang destinasi wisata, usaha jasa pariwisata berlomba lomba untuk bisa menerapkan bersih, indah, sehat, dan aman. Jaminan pertama memang bersih. Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, para birokrat, elemen pemerintahan apa saja mari kita berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih,” tuturnya.

Joko Mursito menyampaikan terimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY yang telah menginisiasi dan bahu membahu bersama dengan DLH Kulon Progo, Dinas Pariwisata Kulon Progo, Kapanewon Panjatan, Pokdarwis, masyarakat serta pihak terkait yang lain melakukan resik-resik Pantai Bugel dan Pantai Bidara, Kamis (15/10/2020).

“Kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan dari waktu ke waktu sehingga upaya kita untuk tetap beraktivitas di dunia kepariwisataan dengan patuh pada protokol kesehatan dan jaminan kebersihan lingkungan bisa dipertahankan. Sambanggo,” ucapnya.

Dalam menciptakan kebersihan pada tempat berdaya tarik wisata, tidak dipungkiri sampah menjadi persoalan utama. Meskipun, peraturan perundang-undangan sudah diberlakukan. Oleh karena itu, DLHK menginisiasi gerakan kebersihan di sepanjang pantai selatan wilayah DIY.

“Di Kulon Progo, kita pilih Pantai Bugel dan Bidara. Harapannya memberikan edukasi kepada para pengunjung bahwa sampah menjadi problematika bersama dan penyemangat bagi pokdarwis untuk mewujudkan sapta pesona wisata. Meski pandemi dan pariwisata lesu, kita jangan sampai lengah terhadap sampah,” kata Kepala DLHK DIY Ir. R. Sutarto, M.P pada WARTA DLH di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, upaya-upaya untuk mengurangi sampah hendaknya dilakukan secara berkesinambungan. Dengan demikian, jumlah sampah yang tertangani makin meningkat dan beban Tempat Pembuangan Akhir Sampah dari tahun ke tahun semakin berkurang.

Sementara itu, Kepala DLH Kulon Progo Drs. Sumarsana, M.Si mengungkapkan resik-resik pantai yang digagas DLHK DIY menjadi kado istimewa bagi Kabupaten Kulon Progo karena bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo yang ke-69 dan menjadi implementasi nyata program Siaga Berjibaku Melawan Sampah Kulon Progo (SIBAKU).

Kepada semua pengunjung pantai, Sumarsana menghimbau untuk berpartisipasi menjaga kebersihan dengan cara membawa pulang sampah yang dihasilkan.

“Hari ini kami memungut sampah yang anda tinggalkan. Ke depannya tolong selesaikan sampah anda sendiri dan jangan meninggalkan sampah di kawasan pantai. Jika membawa bekal yang berpotensi sampah, maka tolong dibawa kembali ke rumah,” imbaunya.

Pihaknya optimis apabila kawasan wisata makin bersih maka animo pengunjung meningkat dan harapan Ngarso Dalem menjadikan pantai sebagai halaman muka DIY dapat terwujud. (Prd)