Bagian Revolusi Mental, Gerakan SIBAKU di Kabupaten Kulon Progo Curi Perhatian Kementerian RI

WARTA DLH, NANGGULAN – Gerakan Siaga Berjibaku Melawan Sampah Kabupaten Kulon Progo (SIBAKU) yang melibatkan berbagai stakeholder khususnya sekolah dan Bank Sampah, mendapatkan perhatian dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko Bidang PMK) Republik Indonesia.

Dalam rangkaian agenda di Daerah Istimewa Yogyakarta, tim Kemenko Bidang PMK menyempatkan berkunjung ke pilot project SD Negeri 2 Wonorejo yang berlokasi di Pedukuhan Gendol Kalurahan Banyuroto Kapanewon Nanggulan, salah satu Sekolah Adiwiyata Kabupaten Kulon Progo yang kini maju ke Tingkat Provinsi.

Menurut Asisten Deputi Revolusi Mental Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan Kemenko Bidang PMK Redemtus Alfredo Sani Fenat selaku Ketua Tim, pihaknya kagum pada upaya-upaya yang dilakukan Kabupaten Kulon Progo dalam kampanye pengelolaan sampah dengan melibatkan dunia pendidikan.

“Secara tulus Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kabupaten Kulon Progo, karena telah mengimplementasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental yang dalam amanahnya meliputi gerakan melayani, bersih, tertib, mandiri, dan bersatu. Kami bersyukur hari ini melihat contohnya,” ungkap Sani di sela-sela kunjungan didampingi Kepala Bidang Ketahanan Sosial, Budaya dan Ekonomi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta Drs. Rusdiyanto, M.M, Selasa (13/10/2020).

Lebih lanjut, ia pun mengapresiasi kesepakatan (MoU) yang digagas SD Negeri 2 Wonorejo  dengan Bank Sampah Harapan Sejahtera dalam mengelola timbulan sampah.

Sani mengatakan, kerjasama tersebut memiliki arti penting untuk membangun pendidikan yang berwawasan lingkungan. Bank sampah sebagai bagian dari usaha berbasis sosial dan sekolah sebagai ujung tombak pembentukan dan penguatan karakter dapat berkolaborasi mencetak generasi Indonesia yang peduli lingkungan.

“Terimakasih sudah berpartisipasi dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter untuk Indonesia yang lebih baik. Gerakan Nasional Revolusi Mental #ayoberubah, bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter dan berbudaya menuju Indonesia Maju,” pungkasnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Kemenko Bidang PMK menganugerahkan plakat kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Sumarsana, M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si yang selanjutnya diterimakan langsung kepada Kepala Sekolah SD Negeri 2 Wonorejo Rumiyati dan Direktur Bank Sampah Harapan Sejahtera Suharmiyati.  

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Wonorejo Rumiyati menuturkan, sejalan Visi dan Misi sekolah, semua guru intens dalam sosialisasi pengelolaan sampah kepada siswa dengan mengacu prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3 R).  

“Salah satu visi sekolah Kami adalah berperan aktif dalam melestarikan lingkungan hidup dengan misi mencintai lingkungan hidup dan menerapkan budaya bersih lingkungan. Dengan demikian, setiap guru berkewajiban mengedukasi siswa dalam hal pengelolaan sampah,” tuturnya.

Untuk mengelola sampah anorganik, tambah Rumiyati, SD Negeri 2 Wonorejo bekerjasama dengan Bank Sampah Harapan Sejahtera yang berlokasi di Pedukuhan Paingan Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih. Sedangkan, sampah-sampah organik dikelola secara mandiri secara gotong royong oleh warga sekolah.

“Sampah organik berupa air seni diolah menjadi pupuk cair. Saluran kamar kecil (WC) kami desain khusus sehingga dapat mengalir ke bak resapan,” kata Rumiyati mencontohkan. (Prd)