Masih Pandemi, DLH Dan Komunitas Relawan Kemas Pelatihan Eco Enzyme Model Online

WARTA DLH, WATES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Progo menggandeng komunitas relawan mengadakan pelatihan pembuatan Eco Enzyme.

Karena masih dalam situasi pandemi Virus Corona (Covid-19), DLH menggelar pelatihan secara online melalui WhatsApp Group (WAG) bekerjasama dengan Relawan Eco Enzyme Nusantara (EEN).

Pelatihan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 25-27 September 2020 dengan durasi 2 jam per harinya dan diikuti oleh 236 peserta dari berbagai kalangan. 

Kepala DLH Kulon Progo Drs. Sumarsana, M.Si menuturkan, pelatihan sengaja digelar sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat dalam mengelola timbulan sampah sehingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Banyuroto tidak cepat penuh.

“Sampah yang dibawa ke TPA  Banyuroto sebagian besar adalah sampah organik. Tentunya harus ada terobosan untuk mengelola timbulan sampah organik agar tidak lari ke TPA,” tuturnya.

Melalui pelatihan, Sumarsana berharap semakin banyak warga Kulon progo yang mengetahui pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku Eco Enzyme.

“Makin banyak warga Kulon Progo yang antusias untuk mengelola sampah organik, maka kelestarian lingkungan hidup diharapkan makin terjaga. Melihat antusiasme peserta, ke depan dimungkinkan pelatihan via zoom meeting. Yang sekarang kan masih sebatas via WAG,” ujarnya.

Menurut salah satu Relawan EEN Atiek Mariati, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, pelatihan online memang mempunyai kelebihan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat pembelajaran jarak jauh, pelatihan online mampu meminimalisir tatap muka meskipun diikuti peserta dari berbagai wilayah. Selain itu, materi pelatihan dapat tersimpan di HP dan bisa dibuka kapan saja.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan meliputi pengenalan Eco Enzyme dan cara membuatnya, serta manfaat Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari. Pemateri diampu langsung dari tim pengajar Eco Enzyme Nusantara asal Balikpapan Kalimantan Timur yaitu Bu Michelle dan Bu Vera.

Purna mengikuti pelatihan, Atiek mengharapkan setiap peserta makin sadar untuk ikut menyelamatkan bumi dengan membuat Eco Enzyme.

“Peserta diharapkan menjadi pegiat Eco Enzyme dengan cara menyosialisasikannya kepada orang lain baik melalui instansi pemerintah, swasta, komunitas, keluarga maupun individu,” harap Relawan EEN Asal Kalibawang Kulon Progo tersebut. (Prd)