DLH Kulon Progo Gelar Silaturahmi Virtual Bersama Jejaring LHK-KP

WARTA DLH, WATES – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo menggelar silaturahmi bersama komunitas Jejaring Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kulon Progo (Jejaring LHK-KP), Sabtu (30/5). Masih dalam upaya mencegah penyebaran pandemi Virus Corona (COVID-19), silaturahmi diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo Drs. Sumarsana, M.Si mengatakan permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Kulon Progo pada saat ini belum serumit kota-kota besar di Indonesia lainnya. Namun demikian, seiring perkembangan pembangunan dimungkinkan ke depan tantangan yang dihadapi akan semakin besar.

“Di wilayah DIY, problem lingkungan hidup di Kulon Progo saat ini memang belum sebesar yang dihadapi Kota Yogyakarta. Tetapi, sepuluh tahun ke depan, problem akan semakin besar seiring perkembangan wilayah ini,” katanya mengawali sambutan.

Menurutnya, menjaga kualitas lingkungan bukanlah pekerjaan yang ringan. Oleh karena itu, tiga komponen yang terlibat langsung yaitu pemerintah, korporasi, dan masyarakat harus saling bersinergi.

“Ada tiga komponen yang berperan sebagai penghasil polutan yaitu pemerintah, korporasi, dan masyarakat. Jika ingin menjadi penikmat lingkungan ideal, tentu ketiga-tiganya harus bersinergi satu sama lain,” tegasnya.

Sumarsana berpesan kepada segenap anggota jejaring, senantiasa mengawal pembangunan di Kulon Progo sehingga kualitas lingkungan hidup tetap terjaga. Ia yakin apabila dilakukan dengan ikhlas dan tanggung jawab maka dapat menjadi ladang amal jariah.

“Mari kembali ke amanah Negara, bersama-sama menjaga kualitas lingkungan demi kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si mengemukakan, setidaknya ada empat permasalahan terkait lingkungan hidup di Kabupaten Kulon Progo. Meliputi pelestarian lingkungan hidup yang belum dilakukan oleh semua orang, reklamasi tambang, pengelolaan sampah, dan terbatasnya sumber mata air.

“Kita akan berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan jika tidak ada reklamasi lahan-lahan pertambangan. Dari satu aspek ini saja sudah menimbulkan persoalan krusial. Belum lagi pada aspek-aspek yang lain,” ujar eks Kepala DLH Kulon Progo tersebut.

Sependapat dengan Kepala Dinas yang baru, Arif pun berharap komunitas Jejaring LHK-KP agar berkembang dan berkontribusi lebih baik lagi dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan di Kabupaten Kulon Progo.

Dalam silaturahmi virtual yang menghadirkan duo Kepala Dinas tersebut, bertindak selaku narahubung yakni Sekretaris DLH Kulon Progo Taufiq Amrullah, S.T.,MM. Terkendala koneksi internet, silaturahmi episode pertama tersebut baru diikuti oleh 9 peserta dari total 206 anggota WAG Jejaring LHK-KP.  (Prd)