Pengomposan Aerobik

Pengomposan merupakan perombakan material kompos secara biologis pada kondisi suhu tertentu dengan hasil berupa kompos.

Pengomposan yang menggunakan metode aerobik dengan sistem tumpukan mempunyai kelebihan, antaralain:

  • Sampah tidak berserakan;
  • Volume sampah tercetak terukur;
  • Proses pematangan sempurna;
  • Mengurangi bau dan hemat air, dan
  • Waktu pengomposan teratur.

Secara garis besar, terdapat 7 (tujuh) tahapan dalam pengomposan yaitu:

  • Pemilahan
  • Pencetakan
  • Pembalikan
  • Pengeringan
  • Penyaringan
  • Pengemasan

Dalam tahap pencetakan, sampah dimasukkan dalam cetakan sambil diinjak-injak. Setiap ketinggian 25 cm dilakukan penyiraman merata. Pada waktu pencetakan, sambil dilakukan pemilahan.

Apabila kotak cetakan sudah penuh, cetakan diangkat, dan dilakukan pencetakan berikut di sampingnya (posisi rapat dan sejajar). Jika sudah tercetak dua tumpukan material kompos rapat sejajar, dilakukan pencetakan ketiga di atas kedua tumpukan sebelumnya dalam posisi melintang.

Cetakan ke empat diletakkan di sisi tumpukan ketiga (rapat dan sejajar), sehingga tercetak empat tumpukan satu plot. Pembalikan pada dasarnya melakukan pencetakan ulang tumpukan yang sudah terbentuk, yaitu pada hari ke 11, 16, 21, 26, 31, 36, 41, dan 46.

Setelah kompos matang, dilakukan pengeringan secara manual (kering diangin-anginkan). kemudian cetakan kompos dipanen dan dihampar merata pada tempat ternaungi dan ada udara bebas.

Kompos kering selanjutnya disaring sesuai ukuran yang dikehendaki. Penyaringan dilakukan secara manual atau bisa pula dengan mesin penyaring. (Prd)