Verifikasi Calon Sekolah Adiwiyata Propinsi Tahun 2015

Salah satu program dalam lingkungan hidup adalah Adiwiyata. Program Adiwiyata sendiri merupakan program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Dengan demikian Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program Adiwiyata dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ada dalam Peraturan Menteri LH No. 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. Program ini diikuti oleh sekolah- sekolah negeri maupun swasta yang terlah terakreditasi. Sekolah- sekolah tersebut terdiri dari:

1. Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI);

2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs);

3. Sekolah Menengan Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA); dan

4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Salah satu tujuan dari program adiwiyata adalah membentuk karakter/ rtika atau moral siswa agar peduli dan berbudaya lingkungan.

bagi calon Sekolah Adiwiyata yang memenuhi nilai capaian yang telah ditetapkan, dapat diberikan penghargaan Sekolah Adiwiyata, yang terdiri dari:

1. Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten/ kota, yang diberikan oleh Bupati/ Walikota

2. Sekolah Adiwiyata tingkat propinsi yang diberikan oleh Gubernur

3. Sekolah Adiwiyata tingkat nasional, yang diberikan oleh Menteri dan Menteri terkait, dan

4. Sekolah Adiwiyata Mandiri, yang diberikan oleh Menteri dan menteri terkait.

Adapun di Kabupaten Kulon Progo verifikasi terhadap sekolah yang diusulkan pada Adiwiyata tingkat propinsi telah dlaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2015. Verifikasi dilakukan oleh tim dari propinsi yang terdiri dari BLH DIY, Dikpora DIY serta LSM. Sekolah - sekolah yang diverifikasi diantaranya adalah:

1. SD N Kalimenur, Sentolo

2. SMP N 1 Temon

3. SMA N 1 Pengasih

Terhadap sekolah tersebut dilakukan penilaian/ verifikasi meliputi empat aspek, yaitu:

- Aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan

- Aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan

- Aspek kegiatan sekolah berbasis pastisipatif, dan

- Aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

Seperti dalam gambar berikut ini siswa siswi SD Kalimenur yang dibiasakan memungut sampah setiap kali pulang sekolah.

Semoga kedepannya semakin banyak sekolah yang masuk dalam kategori Sekolah Adiwiyata, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional maupun mandiri.