Tekan Penyebaran Pagebluk Corona, DLH Kulon Progo Tempuh Langkah-Langkah Strategis

WARTA DLH, WATES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo menempuh langkah-langkah strategis guna menekan penyebaran pagebluk (wabah) Virus Corona (COVID-19). Sebagaimana dirilis melalui laman https://corona.jogjaprov.go.id/ area persebaran virus di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dari awal hingga pertengahan Maret 2020 cenderung meluas.

“Kami melakukan upaya-upaya untuk mencegah penyebaran virus sejak dua pekan kemarin. Di beberapa titik sudah terpasang alat pencuci tangan berupa kran air lengkap dengan sabunnya. Pada hari Jum’at kemarin (20/3), seluruh ruangan kantor disemprot dengan cairan desinfektan dan besok Rabu pagi (25/3) penyemprotan yang kedua kalinya” kata Kepala DLH Kulon Progo Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si.

Kepada setiap karyawan, ia menghimbau sebelum dan sesudah berkegiatan untuk cuci tangan menggunakan hand sanitizer atau air yang mengalir dan sabun. Apabila hendak batuk maupun bersin hendaknya selalu memperhatikan etika. Dalam rangka social distancing, tempat duduk karyawan diatur sedemikian rupa berjarak sekitar 2 meter satu sama lain.

Karyawan yang merasa kondisi badannya kurang sehat dengan gejala-gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, dan sesak nafas disarankan secepatnya menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.

“Jika ada hal-hal yang menentukan status karena kondisi kesehatan yang bersangkutan, akan kita sampaikan ke Corona Center di Dinas Kesehatan. Untuk kebaikan bersama, jangan masuk kerja di kantor hingga kesehatannya pulih,” tambahnya.

Tamu yang berkunjung ke DLH untuk kepentingan apapun diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ruangan. Dengan tanpa mengurangi simbol penghormatan dan esensi, jabat tangan tidak perlu kontak langsung. Jabat tangan diganti dengan cara atau isyarat-isyarat tertentu misalnya menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada, membungkukkan badan, atau cukup mengucapkan salam saja.

Terkait fasilitas mushola seperti karpet, sajadah, dan mukena dicuci bersih kemudian disimpan. Bagi karyawan muslim diharapkan membawa peralatan ibadah sendiri.

“Kita sedang membentuk gugus tugas untuk menangani penyebaran virus yang diketuai Sekretaris Dinas. Gugus tugas ini akan merumuskan strategi-strategi pencegahan wabah secara detail dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP),” jelasnya.

Arif mengajak kepada segenap lapisan masyarakat agar secara konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penyebaran virus dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh. Ia menganjurkan istirahat secara cukup, rutin berolahraga, dan mengkonsumsi asupan makanan dan minuman yang bergizi. Melalui ikhtiar diimbangi peningkatan iman dan taqwa (imtaq), pagebluk Corona semoga segera sirna. (Prd)