Layanan Aplikasi SIBAKU : User Keluhkan Sinyal Internet

WARTA DLH, PENGASIH – Sinyal internet yang masih belum stabil menyebabkan data pada aplikasi Sistem Informasi Bank Sampah Kulon Progo (SIBAKU) belum dapat ter-update setiap saat. Hal itu diungkapkan Sekretaris Bank Sampah Mawar 1 Pedukuhan Gegunung Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih Puji Lestari saat menanggapi kunjungan Tim Pembimbing Smart City Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Balai Kalurahan Sendangsari hari Rabu (11/3).

Menurut Puji, lokasi bank sampah yang tersebar di seluruh wilayah Kulon Progo tidak seluruhnya mendapatkan akses internet secara lancar, terutama di kawasan pegunungan.

“Kami masih kesulitan dalam pengisian karena terkendala sinyal internet” ujarnya.

Ia menambahkan pengisian data berbasis online dirasa masih belum familiar bagi sebagian pengelola bank sampah sehingga menyita waktu agak lama.

“Mayoritas pengelolanya ibu rumah tangga yang keahlian IT-nya masih minim, kalau bisa mohon diadakan pelatihan secara intensif dan berkesinambungan” usulnya.

Pendapat serupa dikemukakan Direktur Bank Sampah Dhuawar Sejahtera Febriyanti. Sinyal internet yang tidak stabil berpengaruh terhadap kelancaran akses aplikasi SIBAKU.

“Kendala utama adalah sinyal. Kami juga kesulitan ketika meng-entri data jumlah sampah dengan angka desimal” ungkap Febri.

Sementara itu Penjabat Lurah Sendangsari Kapanewon Pengasih Samsudin menyampaikan terimakasih atas kunjungan tim Kementerian Kominfo ke wilayahnya. Pihaknya berharap saran dan masukan dari pengurus bank sampah dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami mohon ke depan ada perbaikan-perbaikan sebagaimana yang telah disampaikan. Terutama masalah sinyal” katanya.

Pada kesempatan tersebut Dr. Tech. Wikan Danar Sunindyo S.T., M.Sc Tim Pembimbing Smart City menjelaskan, Kabupaten Kulon Progo termasuk dalam 100 Kabupaten/Kota program smart city. Oleh karena itu diadakan evaluasi dan tinjauan lapangan untuk mengetahui kondisi riil implementasinya.

“Dengan tinjauan lapangan kami akan mendapatkan masukan hal-hal apa saja yang perlu untuk diperbaiki dan dilengkapi baik dengan audiensi langsung maupun melalui pengisian kuesioner” jelas Dr. Wikan.

SIBAKU merupakan sistem informasi yang bertujuan untuk mendukung kegiatan operasional Bank Sampah di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Aplikasi yang tercipta atas kerjasama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan Dinas Kominfo Kulon progo menghubungkan antara Bank Sampah dengan nasabahnya dalam pengelolaan sampah. Pengumpulan sampah dari nasabah dikelola melalui sistem seperti halnya model tabungan pada bank konvensional.

Selain layanan SIBAKU DLH (Smart Environment), Tim Pembimbing Smart City juga mengevaluasi dimensi Smart City yang lain meliputi Smart Governance: Layanan OSS-SICANTIK (DPMPT), Smart Economy: Layanan TANIKU (Dinas Pertanian dan Pangan),  Smart Society: Layanan PendekarKU (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga), Smart Living: Layanan BUMILKU (Dinas Kesehatan), dan Smart Branding: Ekowisata Pule Payung (Dinas Pariwisata). (Prd)