Di Pantai Bugel Kulon Progo : 2 Jam Gropyok Peroleh Sampah 1 Truk

WARTA DLH, PANJATAN - Kegiatan bersih-bersih pantai dalam bentuk gropyok sampah pada Kamis (27/2) di Pantai Bugel Kabupaten Kulon Progo berhasil mengumpulkan sampah hingga mencapai 1 (satu) truk.

Gropyok sampah berlangsung selama 2 (dua) jam sejak pukul 08.00 WIB. Sampah yang diperoleh beraneka ragam jenis, tetapi lebih didominasi ranting-ranting pepohonan.

“Kami bekerjasama dengan rekan-rekan dari UPT Persampahan, Air Limbah, dan Pertamanan DPUPKP Kulon Progo dalam menangani sampah yang terkumpul” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo Taufiq Amrullah, S.T.,MM di sela-sela aksi.

Taufiq menjelaskan kegiatan gropyok sampah terselenggara atas prakarsa DLH bekerjasama dengan pemerintah setempat, warga sekitar, serta komunitas penggiat lingkungan seperti Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Merti Bawana Asri, Sekolah Adiwiyata, dan Saka Kalpataru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2020 Tingkat Kabupaten Kulon Progo. Pemilihan lokasi berdasarkan kajian internal dengan merujuk pada Surat Edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang Hari Peduli Sampah Nasional 2020. Salah satu isi surat tersebut adalah himbauan penyelenggaraan peringatan HPSN diutamakan untuk dilaksanakan di lokasi destinasi wisata.

“Ini pertama kalinya DLH menggelar gropyok sampah di Pantai Bugel. Tahun-tahun lampau kalau tidak di Pantai Glagah ya Pantai Trisik” tuturnya.

Pihaknya yakin jika sebuah kawasan wisata senantiasa terjaga kebersihannya dapat berimbas pada animo wisatawan. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata baik maka pengunjung akan merasa lebih nyaman.

“Kami berharap gropyok sampah jadi sebuah gerakan massal. Tidak hanya oleh instansi pemerintah saja tetapi juga secara swadaya oleh organisasi kemasyarakatan, pecinta alam, pegiat lingkungan, maupun komunitas yang lain” harapnya.

Isyanti Koordinator Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bugel Peni menyambut baik gropyok sampah yang diinisiasi DLH Kulon Progo. Ia menyatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata edukasi secara langsung kepada warga masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Kebetulan di wilayah Bugel ini ada program kampung Keluarga Berencana (KB) yang salah satu sasarannya adalah memfungsikan keluarga untuk peduli lingkungan. Kami rasa kegiatan gropyok sampah di sini sangat pas sekali” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengapa di kawasan wisata Pantai Bugel banyak sampah, Isyanti mengungkapkan sampah-sampah tersebut merupakan ‘kiriman’ dari wilayah utara dan sampai ke pantai karena terbawa arus.

“Banyak sampah karena imbas musim penghujan. Sampah dari hulu ikut aliran sungai sampai ke muara. Kemudian mengalir ke pinggiran laut dihempas gelombang dan akhirnya menumpuk di tepi pantai” ungkapnya.

Penanganan sampah di Pantai Bugel, menurutnya selama ini juga terkendala ketersediaan sarana prasarana yang belum memadai. Bak-bak sampah yang ada banyak yang sudah tidak layak.

“Sebenarnya dulu ada swadaya dari kelompok nelayan untuk pengadaan tempat sampah. Tetapi sekarang sebagian sudah rusak. Semoga menjadi perhatian bagi instansi terkait untuk membantu solusinya, tidak hanya untuk Pantai Bugel” kata Isyanti. (Prd)