Persiapan Pembangunan Tol Yogya-Kulon Progo, Pemrakarsa Gelar Konsultasi Publik Terkait AMDAL

WARTA DLH, WATES- Persiapan pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Kabupaten Kulon Progo memasuki babak awal. Pihak pemrakarsa dalam hal ini PT. Adhi Karya (Persero) Tbk bersama konsultan menyelenggarakan konsultasi publik dalam rangka kegiatan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada Senin (3/2/2020) di Ruang Sermo Komplek Kantor Bupati Kulon Progo.

“Sebagai bagian tahapan pembangunan tol, diwajibkan untuk studi AMDAL. Ini merupakan proses AMDAL yang pertama dalam kerangka pemenuhan kelengkapan persyaratan Izin Penetapan Lahan (IPL) oleh Gubernur” kata Pristi Wahyono perwakilan dari PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.

Ia menambahkan, kegiatan lainnya yang berkaitan dengan penyusunan dokumen lingkungan (AMDAL) selain konsultasi publik adalah sosialisasi melalui media massa dan wawancara dengan masyarakat.

“Kami mohon dukungannya untuk setiap kegiatan. Semoga semuanya berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada permasalahan yang terjadi” harapnya.

Tenaga Ahli dari PT. Sarana Perencana Jaya Didin Sukma Rachmat Zaenudin, ST menjelaskan penyusunan AMDAL bertujuan mengidentifikasi komponen atau parameter lingkungan yang diperkirakan terdampak dan menyusun langkah-langkah guna mencegah, mengendalikan, menanggulangi, dan memantau dampak penting yang akan timbul.

“Komponen kegiatan pembangunan jalan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup mencakup tahapan pra konstruksi, konstruksi, dan operasional. Mulai dari pengadaan lahan, persiapan, pelaksanaan pekerjaan konstruksi hingga operasional dan pemeliharaan jalan” jelasnya.

Bagi pemrakarsa, penyusunan AMDAL sebagai masukan mengintegrasikan pencegahan dan pengendalian dampak lingkungan ke dalam rencana teknis kegiatan serta pedoman melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara sistematis komprehensif. Bagi masyarakat, mengetahui sejak dini adanya rencana kegiatan sehingga dapat mengantisipasi resiko yang timbul serta berperan aktif dalam mencegah dan menanggulangi dampak negatif yang terjadi.

Panewu Sentolo Drs. Widodo memberikan masukan agar sebelum pembangunan tol sebaiknya saluran irigasi yang terpotong rute diamankan terlebih dahulu sehingga selama proyek tidak mengganggu penggarapan lahan pertanian. Sedangkan, Drs. Duana Heru Supriyanta, MM Panewu Nanggulan yang pernah menjabat sebagai Plt Kepala Satpol PP Kulon Progo mengemukakan pentingnya pemetaan potensi konflik di masing-masing wilayah terdampak.

Diungkapkan Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam (ASDA II) Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo  Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M., mayoritas peserta yang hadir menghendaki agar titik trase tol terinformasikan jelas dan tegas oleh pemrakarsa. Hal ini untuk mencegah berlarut-larutnya kesimpang siuran informasi yang beredar di masyarakat.

“Pak Panewu dan Pak Lurah sekembali dari acara ini tentu akan ditanya oleh warga. Bagaimana hasil konsultasi publik dan trase lewat mana” ungkapnya.

Pihaknya mengharapkan pemrakarsa agar mencermati lebih lanjut terhadap Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang kemungkinan terdampak. Di samping itu, perlu dirumuskan formulasi khusus sehingga konflik sosial dapat ditekan seminimal mungkin.

Sekda Kabupaten Kulon Progo Ir. RM. Astungkoro, M.Hum yang berkesempatan hadir pada acara tersebut, mengapresiasi pelaksanaan konsultasi publik yang diprakarsai PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Beliau menegaskan pentingnya konsultasi publik dalam penyusunan AMDAL pembangunan jalan tol.

“Kami bersyukur peserta yang diundang dapat hadir pada acara ini. Harapannya AMDAL berproses dengan baik. Sebuah kesempatan yang ditunggu-tunggu karena selama ini pembangunan tol masih wacana” tuturnya.

Rencana pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Perpres Nomor 56 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Keberadaan jalan tol tidak hanya mempercepat mobilitas penduduk melainkan juga memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Di Kabupaten Kulon Progo, trase tol Yogya-Bandara YIA akan melewati 18 Kalurahan yang tersebar di 6 Kapanewon. Tol membentang dari timur ke barat melintasi Kapanewon Sentolo (Kalurahan Banguncipto dan Kaliagung), Nanggulan (Donomulyo), Pengasih (Pengasih, Sendangsari, dan Karangsari), Wates (Wates), Kokap (Hargomulyo dan Hargorejo), Temon (Kulur, Kaligintung, Temon Wetan, Temon Kulon, Palihan, Janten, Karangwuluh, Sindutan, dan Kebonrejo). 3 (tiga) lokasi yang dirancang sebagai pintu keluar (exit tol) berada di wilayah Kapanewon Sentolo, Wates, dan Temon. (Prd)