Peresmian Program Hibah Khusus Pamsimas, Staf Ahli Bupati Tekankan Rasa ‘Handarbeni’

WARTA DLH, NANGGULAN- Program Hibah Khusus Pamsimas (HKP) untuk 4 Kalurahan di Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran (TA) 2019 telah selesai dilaksanakan dan diresmikan pada hari Rabu (29/1/2020) oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kulonprogo Drs. Eka Pranyata yang hadir mewakili Bupati Kulon Progo. Ditandai dengan pengguntingan pita dan penanaman pohon beringin, peresmian berlangsung di HKP Pundak Ndeso Kalurahan Kembang Kapanewon Nanggulan.

Dalam kesempatan tersebut, Eka Pranyata menekankan rasa ‘handarbeni’ (rasa memiliki). Dengan maksud sarana prasarana yang telah dibangun hendaknya dipelihara dengan baik.

“Apabila ada kerusakan agar secepatnya diperbaiki secara gotong royong” pesannya.

Ia juga mengajak kepada semua pihak untuk berkomitmen meningkatkan kualitas lingkungan melalui gerakan penanaman pohon. Pohon memegang peranan penting bagi kelestarian lingkungan hidup. Semakin banyak pohon maka air yang dapat dihimpun makin banyak dan udara lebih sehat.

Selain Kalurahan Kembang, 3 (tiga) kalurahan lain penerima hibah serupa tahun anggaran 2019 masing-masing adalah Kalurahan Purwosari Kapanewon Girimulyo, Kalurahan Kedungsari Kapanewon Pengasih, dan Kalurahan Sidomulyo Kapanewon Pengasih. Dana yang digunakan tiap HKP jumlahnya tidak sama.

Berdasarkan laporan panitia, sebagaimana disampaikan Suyadi, S.PKP, program HKP di Kalurahan Kembang menelan Rp. 500.485.000,-, dengan rincian sumber dana dari APBD Rp. 350.000.000,- In Cash Rp. 20.100.000,- In Kind Rp. 80.410.000,- APBDes Rp. 50.075.000,-. Kalurahan Purwosari sebesar Rp. 810.200.000,-, dengan rincian APBD Rp. 560.000.000,- In Cash Rp. 32.200.000,- In Kind Rp. 128.200.000,- APBDes Rp. 89.862.000,- Kalurahan Sidomulyo Rp. 320.053.500,-, dengan rincian APBN Rp. 224.000.000,- In Cash Rp. 12.900.000,- In Kind Rp 51.200.000,- APBDes Rp. 32.053.500,- dan Kalurahan Kedungsari sebesar Rp. 294.675.000,- dengan rincian APBN Rp. 245.000.000,- In Cash Rp. 14.050.000,- In Kind Rp. 35.675.000,-.

Realisasi penggunaan dana antaralain untuk pembangunan infrastruktur/bangunan dan perlengkapannya seperti jaringan pipa, bak reservoar, bak boster, pompa submersible, rumah panel, sumur bor, kelistrikan, pelatihan BP-SPAMS/KP-SPAMS, dan biaya operasional.

“Sampai saat ini untuk warga pemanfaat atau sambungan rumah (SR) di Kalurahan Kembang berjumlah 258, Kalurahan Purwosari SR 251, Kalurahan Kedungsari SR 98, dan Kalurahan Sidomulyo SR 101” kata Suyadi yang juga menjabat Ketua Keswadayaan Masyarakat Kalurahan Kembang.

Panewu Nanggulan Drs. Duana Heru Supriyanta, M.M mengemukakan sampai dengan akhir tahun 2019, di wilayahnya jumlah keluarga yang memanfaatkan jasa layanan pamsimas mencapai 1780 Kepala Keluarga (KK) tersebar di 6 (enam) kalurahan.   

“Pamsimas dapat dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan menjadi sebuah potensi yang luar biasa untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes)” ujarnya.

Bersaing dengan penyedia layanan air lainnya, pamsimas mempunyai keunggulan karena sistem pengelolaannya dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Tarif pemakaian terbilang murah berkisar Rp. 2.000,- hingga Rp. 2.500,- per meter kubik dengan biaya beban hanya Rp. 5.000,- saja.

Di Kabupaten Kulon Progo, program pamsimas merupakan salah satu program andalan pemerintah daerah untuk meningkatkan akses penduduk pedesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat dalam rangka pencapaian target akses universal air minum dan sanitasi. (Prd)