Uji Kebisingan Di Ruang Rawat Inap Gedung Baru RSUD Wates, Hasil Aman Pasien Akan Nyaman

WATES, dlh.kulonprogokab.go.id- Ruang rawat inap gedung baru (gedung pengembangan-red) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates Kabupaten Kulon Progo berpotensi mengalami gangguan kebisingan akibat posisinya yang dekat dengan jalur rel kereta api. Guna mengetahui tingkat kebisingan tatkala kereta api melintas, pihak RSUD Wates menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo untuk melakukan uji.

“Kebetulan posisi ruang rawat inap di gedung baru ini tidak jauh dari rel kereta api. Untuk memastikan seberapa tingkat kebisingan ketika kereta melintas perlu dilakukan uji. Semuanya demi kenyamanan pasien” kata Sapto Prasetyo Kepala Instalasi Sanitasi RSUD Wates saat ditemui Warta DLH di sela-sela mendampingi Tim Uji pada Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, sesuai program rumah sakit pengujian akan dilakukan setiap semester atau 2 (dua) kali dalam setahun. Waktu pengujian hanya dilakukan pada siang hari, dikarenakan secara umum malam hari cenderung lebih sunyi sehingga dipastikan kebisingannya relatif lebih rendah.

Tim Uji dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo dipimpin langsung Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si Kepala Dinas. Petugas Laboratorium DLH didampingi Kepala Bidang Penaatan dan Pengendalian Lingkungan RR. Heni Hernawati, SP.,M.Si mengambil sampel uji kebisingan di 3 (tiga) titik yang berjarak paling dekat dengan rel, meliputi Ruang VIP Lantai 2, Ruang VVIP 3 Lantai 3, dan Ruang VVIP 5 Lantai 3.

Kepala Dinas menjelaskan, mengacu pada Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2017 Tentang Baku Tingkat Kebisingan, Leq (tingkat kebisingan sinambung setara) di lingkungan kegiatan rumah sakit ditetapkan sebesar 50 dB (A) dan Lmax (tingkat kebisingan rata-rata maksimal) ditetapkan sebesar 55 dB (A). Peraturan Gubernur tersebut merupakan pedoman bagi Pemerintah Daerah dan Pemerintah kabupaten/Kota dalam penerapan baku tingkat kebisingan di daerah. Hasil pengukuran tingkat kebisingan dikatakan melampaui baku tingkat kebisingan apabila melampaui salah satu dari Leq atau Lmax atau kedua-duanya.

“Dibandingkan kawasan/lingkungan kegiatan lainnya seperti sekolah, perumahan dan permukiman, perkantoran, atau fasilitas umum lainnya, Lmax rumah sakit memang paling rendah karena terkait penyediaan rasa ketenangan terlebih di ruang rawat inap” jelas Arif.

Bhakti Panji Winata, salah satu Petugas Laboratorium DLH Kulon Progo mengungkapkan pengukuran tingkat kebisingan memakai alat Sound Level Meter. Metode yang digunakan sesuai SNI 7231 : 2009. Hasil analisis data didapatkan nilai kebisingan di Ruang VVIP 3 Lantai 3 sebesar 48,5 dB (A), Ruang VVIP 5 Lantai 3 sebesar 42,3 dB (A), dan Ruang VIP Lantai 2 sebesar 33,3 dB (A).

“Berdasarkan Pergub DIY No 40 Tahun 2017 tentang Baku Tingkat Kebisingan, angka hasil uji kebisingan dengan besaran tersebut masuk dalam kategori di bawah Nilai Ambang Batas, baik Leq maupun Lmax” ujar Panji ketika dikonfirmasi Warta DLH di ruang kerjanya pada Rabu (29/1/2020).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebisingan di Ruang VVIP dan VIP RSUD Wates (Gedung Pengembangan) masih memenuhi baku tingkat kebisingan. (Warta DLH/Prd)