Eksistensi Dipertaruhkan, Kendala Pengembangan Saka Kalpataru Dikuak Blak-Blakan

WATES, dlh.kulonprogokab.go.id- Di Kabupaten Kulon Progo terdapat 11 Satuan Karya Pramuka (Saka). Salah satunya adalah Saka Kalpataru, di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tidak ingin terkesan jalan di tempat, sejumlah permasalahan yang selama ini menjadi kendala pengembangan kegiatan Saka Kalpataru diungkap dalam Forum Koordinasi Menyongsong Kebangkitan Saka Kalpataru Tahun 2020 bertempat di Aula DLH pada hari Selasa (28/1/2020) kemarin. Hadir pada forum tersebut perwakilan pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Kulon Progo, Majelis Pembimbing Saka Kalpataru, Pimpinan Saka, dan Dewan Saka.

“Adik-adik anggota saka mengeluhkan ada instruktur atau pelatih yang sering berhalangan tatkala diminta memberikan materi. Akhirnya timbul rasa kecewa yang berdampak pada penurunan semangat untuk mengikuti kegiatan di pertemuan selanjutnya” ujar Kak Supraptiningsih salah satu instruktur Saka Kalpataru.

Kak Prapti menambahkan penyediaan tempat dan sarana prasarana juga acapkali membuat repot. Misalnya, ketika adik-adik saka akan mengadakan kegiatan di luar hari kerja. Karena kantor libur dan terjadi miskomunikasi, timbul kesan kantor kurang ‘welcome’. Diakui, apabila dikelola secara baik sebenarnya adik-adik Saka Kalpataru dapat berperan sebagai mitra saling menguntungkan sebagai kepanjangan tangan dari instansi.

“Adik-adik mengikuti saka sebagai bagian dari ekstra kurikuler, yang utama tetap kegiatan sekolah. Saka Kalpataru dengan DLH seharusnya bisa sinkron. Apalagi ada program sekolah adiwiyata, ini bisa dimanfaatkan sehingga menjadi keunggulan tersendiri dan membangkitkan motivasi” katanya.

Di sisi lain, perlu diperhatikan proses regenerasi. Jika tidak terkoordinir dengan baik, tidak mustahil pepatah ‘hidup enggan mati pun segan’ akan menimpa Saka Kalpataru. Guna memudahkan evaluasi, dewan saka diharapkan mengelola administrasi dan dokumentasi kegiatan dengan baik.

Menurut Riyanto dari Kwarcab Kulon Progo, sejauh ini berdasar pengamatan kwartir Saka Kalpataru termasuk saka berkategori bagus. Hanya saja kegiatannya belum variatif untuk mengikat anggota.

“Dewan saka dengan DLH agar mengemas kegiatan secara inovatif sehingga dapat menampik kesan monoton” sarannya.

Kak Riyan (panggilan Riyanto-red) menyoroti masalah pendanaan. Untuk mengatasinya, pihaknya menyarankan agar mengoptimalkan iuran anggota. Sebagai contoh, dewan saka dapat merencanakan kegiatan yang dananya berasal dari anggota, dengan maksud menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab setiap anggota berpartisipasi aktif. Untuk berkegiatan memang memerlukan anggaran, namun jangan sampai minimnya anggaran menjadikan organisasinya ada tetapi tidak berjalan.

“Kami memahami pendanaan dari dinas memang sangat terbatas. Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai dinas pengampu untuk memberikan bantuan dan dukungan di setiap kegiatan. Toh tidak harus dalam bentuk materiil” tegasnya.

Pendapat serupa disampaikan Sekretaris Kwarcab Kulon Progo, Mudopati Purbohandowo, ia menyatakan Saka Kalpataru bisa diposisikan sebagai ‘agen’ DLH. Sebagai agen, alangkah lebih baik jika dilibatkan dalam setiap kegiatan DLH. Misalnya, penanaman pohon dan gropyok sampah yang diselenggarakan di berbagai wilayah. Hal tersebut sekaligus sebagai langkah promosi dan alternatif solusi untuk mengatasi kebosanan yang dialami anggota.

“Beragam pengalaman di lapangan dapat meningkatkan pengetahuan untuk diaplikasikan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tak kalah penting atribut kelengkapan saka seperti lambang, bendera, dan papan nama pangkalan juga harus ada. Adanya papan nama pangkalan merupakan media informasi mengenai lokasi keberadaan saka di bawah naungan DLH. Harapan kami Saka Kalpataru terus bangkit dan berlari” kata Kak Mudo.

Terhadap semua saran yang disampaikan dalam forum disambut baik Kak Arif Prastowo Ketua Majelis Pembimbing Saka Kalpataru. Ia menginstruksikan kepada jajaran pimpinan saka agar segera memenuhi harapan-harapan dewan saka baik dari segi materi maupun yang lain. 

“Saka menjadi bagian ketugasan kita di DLH. Sebisa mungkin memfasilitasi adik-adik saka secara baik. Saka Kalpataru termasuk kelompok strategis yang dapat berperan sebagai kepanjangan Dinas Lingkungan Hidup terutama bagi rekan-rekan di sekolahnya maupun warga di sekitar tempat tinggal mereka” tuturnya.

Kak Arif yang juga menjabat Kepala DLH Kabupaten Kulon Progo mengharapkan kebangkitan Saka Kalpataru menjadi terkenal, benar-benar dapat diwujudkan. Struktur organisasi dimantapkan, administrasi ditata, komunikasi diintensifkan, dan program-program kegiatan dipersiapkan dengan matang.

Kini semua personil yang pada tanggal 14 Agustus 2019 silam telah mengucap sumpah dan dikukuhkan sebagai bagian dalam kepengurusan Saka Kalpataru Masa Bakti 2019-2024 ditagih janjinya. (Warta DLH/Prd)