Pancafungsi Penanaman Pohon, Penanaman Kebaikan Lintas Generasi

LENDAH, dlh.kulonprogokab.go.id- Berbagai fungsi dapat dilaksanakan melalui gerakan penanaman pohon. Menurut Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam (ASDA II) Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo  Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M., fungsi tersebut meliputi lima hal yaitu fungsi ekonomi, sosial budaya, edukasi, wisata, dan fungsi konservasi. 

“Dalam hal fungsi ekonomi, dengan keberhasilan program penanaman pohon kelak produksi kayu dan ikutannya dapat berkontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk fungsi sosial budaya, gerakan tanam pohon dapat mengubah mindset atau pola pikir dan perilaku dari gemar menebang menjadi gemar menanam serta gemar memelihara. Penebangan pohon tidak sembarangan, namun berlandaskan prinsip tebang pilih” kata Pak ASDA II.

Apabila ditinjau dari fungsi edukasi, sebagai sarana memberikan pemahaman kepada anak-anak khususnya dan generasi penerus pada umumnya agar peduli terhadap pelestarian lingkungan. Sejalan dengan program pemerintah yang telah menetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan bulan setelahnya sebagai Bulan Menanam Nasional.

“KMDM, Kecil Menanam Dewasa Memanen. Jangan sampai anak-anak tidak peduli dengan lingkungan” ucapnya.

Penanaman pohon dalam skala banyak mampu mendukung tumbuhnya hutan lestari sehingga menjadi daya tarik tersendiri dan memiliki fungsi wisata. Sedangkan, fungsi konservasi mencakup konservasi udara, air, dan lahan. 

“Konservasi dari sisi udara, pohon dapat menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Keberadaannya mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim. Konservasi air, maksudnya meningkatkan ketersediaan debit sumber mata air dan sungai. Dengan penanaman pohon-pohon tertentu dapat menjadi penyelamat mata air. Dari sisi konservasi lahan, mampu mengeliminir bencana alam karena erosi seperti tanah longsor dan banjir” jelasnya saat mewakili Bupati Kulon Progo hadir dalam Penanaman Pohon di Gunung Pecok Padukuhan Wonolopo Kalurahan Gulurejo Kapanewon Lendah pada hari Kamis (23/1/2020) pagi.  

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kapanewon Lendah, dan semua elemen yang terlibat. Pihaknya berkeinginan acara serupa dapat diagendakan di semua Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo.

Lebih spesifik, Ia menekankan gerakan tanam pohon sebagai gerakan tanam kebaikan. Penanaman pohon sebagai bukti kepedulian cinta dari manusia terhadap bumi yang dipijak dan lingkungan hidup di sekitarnya. Dari masa ke masa, gerakan penanaman pohon harus terus dipicu, dipacu, dan didongkrak. 

“Mari kita tanam pohon dengan penuh kesadaran dan ketulus ikhlasan. Sebab, kita tanam hari ini belum tentu kita yang yang akan memanennya, tetapi menjadi warisan kepada anak cucu generasi penerus kelak. Mari tanam dimanapun kapanpun dan siapapun karena kelestarian lingkungan hidup menjadi tanggung jawab semua komponen baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat” ajaknya di akhir sambutan.

Panewu Lendah Sutrisno, S.Sos mengungkapkan gerakan penanaman pohon di Gunung Pecok dipelopori oleh Kelompok Tani Mulyo Jati. Bibit yang ditanam berasal dari bantuan BPDASHL Serayu Opak Progo melalui Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2019 lalu. 

“Pada waktu itu belum ditanam karena curah hujan yang belum intensif. Sehingga baru terlaksana hari ini. Untuk pemeliharaan selanjutnya akan dikelola oleh Kelompok Tani Mulyo Jati” ungkapnya.

Sutrisno menambahkan kegiatan penanaman pohon di wilayahnya sebagai tindak lanjut atas himbauan yang disampaikan Bupati dalam upacara tanggal 17 Januari. Dimana ditegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN), pamong, dan warga hendaknya peduli pada pelestarian lingkungan hidup dengan cara menanam pohon.

Secara khusus, ia berharap Gunung Pecok sebagai lokasi penghijauan dapat tumbuh dan berkembang menjadi kawasan wisata serta membawa penghidupan yang lebih baik bagi warga sekitar. (Warta DLH/Prd)