Dewandaru Tertancap Di Pucuk Gunung Kuniran, Bupati Kembali Kobarkan ‘Api’ Konservasi

KOKAP, dlh.kulonprogokab.go.id- Ditandatanganinya prasasti secara langsung oleh Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo pada Rabu (15/1/2020) menorehkan sejarah baru bagi obyek wisata alam Gunung Kuniran. Komitmen konservasi lingkungan yang digagas Kelompok Tani Hutan Wono Dadi yang kemudian tergabung dalam Paguyuban Gunung Kuniran, mendapat apresiasi hangat dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. 1001 bibit pohon dari aneka jenis tanaman buah-buahan dan tanaman keras ditargetkan tertanam di kawasan wisata yang berlokasi di Padukuhan Pandu Kalurahan Hargorejo Kapanewon Kokap, 7 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Kulon Progo dan sekitar 11 km dari Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

“Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengharapkan agar semua masyarakat Kulon Progo ikut aktif menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya dengan gerakan menanam pohon. Oleh karenanya, selaku Pimpinan di jajaran Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo, kami menyambut baik dan menilai positif atas diselenggarakannya acara penanaman 1001 bibit pohon di kawasan ini” tutur Drs. H. Sutedjo Bupati yang pada Kamis (16/1/2020) genap berusia 66 tahun dalam sambutannya.

Ia menjelaskan salah satu usaha untuk melestarikan lingkungan adalah dengan cara konservasi. Konservasi mempunyai arti sebagai usaha pelestarian lingkungan hidup yang mengutamakan manfaat atau daya guna lingkungan dan upaya keseimbangan komponen-komponen lingkungan hidup demi pemanfaatan masa depan.

“Apabila kawasan konservasi dikelola secara optimal maka dapat meningkatkan manfaat ekonomi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan jasa lingkungan seperti obyek dan daya tarik wisata alam” ungkapnya.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 9 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah tahun 2015 – 2025 yang menyebutkan bahwa arah pengembangan daya tarik wisata di Kulon Progo diantaranya adalah pengembangan upaya konservasi untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya pariwisata.

Selain penandatanganan prasasti, seremonial penghijauan di kawasan wisata alam Gunung Kuniran juga ditandai penanaman Pohon Dewandaru oleh Bupati Kulon Progo. Dalam terminologi Jawa, Pohon Dewandaru diartikan sebagai kayu ‘Pembawa Wahyu Dewa’. Pohon yang dipercaya oleh sebagian kalangan masyarakat mempunyai kekuatan magis ini, dikenal pula sebagai Asem Selong, Belimbing Londo, Ceremai Londo, atau Cereme Asam. Dilansir dari sejumlah sumber, banyak penelitian yang telah mengeksplorasi kandungan dan khasiat Pohon Dewandaru secara klinis dan ilmiah.

“Kami bersyukur masyarakat setempat menyadari potensi wisata alam yang indah dan bisa dinikmati publik karena telah dikelola serta dipublikasikan oleh paguyuban. Tempat ini view nya bagus. Bisa melihat keindahan alam karunia Tuhan dari segala penjuru mata angin. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih berkembang. Dalam mengelola tidak sekedar latah tetapi ada kekhasan. Jika sudah berniat dijadikan destinasi wisata hendaknya melayani setiap pengunjung dengan sebaik-baiknya “pesan Pak Bupati usai menanam Pohon Dewandaru. (Warta DLH/Prd)