Gunung Kuniran Gumregah, Penanaman 1001 Bibit Pohon Dideklarasikan

KOKAP, dlh.kulonprogokab.go.id- Obyek wisata di Kabupaten Kulon Progo yang baru naik daun tahun 2019 kemarin dan terbilang masih ‘perawan’ kembali membuat gebrakan.  Adalah Wisata Alam Gunung Kuniran, yang berlokasi di Pedukuhan Pandu RT 79 RW 23, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.

Menyusul kesuksesan 2 (dua) event yang dihelat sebelumnya dalam rangka mempromosikan wisata yaitu : Senam Tera Indonesia se-Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 17 November 2019 yang diikuti 700-an peserta dan Senam Kader Desa Hargorejo pada tanggal 15 Desember 2019 yang diikuti sekitar 500 peserta, di pertengahan Januari 2020 dideklarasikan penanaman 1001 bibit pohon.

Menurut Sugito Ketua Paguyuban Gunung Kuniran, penanaman pohon di kawasan wisata alam Gunung Kuniran sangat penting dikarenakan kondisi Gunung Kuniran saat ini merupakan lahan kritis dan keberadaan jenis pepohonan penyelamat mata air belum banyak. Oleh karena itu, dalam rangka penyelamatan lahan dilaksanakan gerakan penanaman 1001 bibit pohon.

“Secara spesifik terdapat empat tujuan penanaman 1001 bibit pohon di lereng Gunung Kuniran ini. Pertama, pelestarian alam untuk menanggulangi erosi akibat air hujan. Kedua, terjaganya sumber mata air di lokasi tanam. Ketiga, menciptakan suasana rindang dan sejuk. Keempat, penambahan populasi tanaman dengan kaidah konservasi vegetatif dengan penanaman berbagai jenis tanaman seperti tanaman keras dan buah-buahan” jelasnya saat membacakan laporan Paguyuban Gunung Kuniran dalam rangka penanaman 1001 bibit pohon oleh Bupati Kulon Progo di obyek wisata alam Gunung Kuniran hari Rabu (15/1/2020).

Ia mengatakan bibit yang tersedia baru berjumlah 464 bibit tanaman. 454 bibit tanaman berasal dari bantuan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo  meliputi Durian Sunan 18 batang, Durian Otong 91 batang, Pete Gobang 27 batang, Sirsak Ratu 36 batang, Mangga Arum Manis 54 batang, Mangga Gadung 37 batang, Alpokat Mentera 37 batang, Belimbing Dewi 27 batang, Jeruk Lemon 2 batang, Jambu Kristal 36 batang, Jambu Air Citra 27 batang, Nangka Kandel 59 batang, Kelengkeng Diamond 3 batang. Sedangkan, bibit yang diperoleh dari swadaya masyarakat sebanyak 20 batang terdiri dari pohon Beringin, Walisonggo, Dewandaru, Cempaka, Kalpataru, dan Kepel.

“Kami masih kekurangan 537 bibit dan menyampaikan harapan kepada pemerintah khususnya instansi terkait maupun kepada pihak-pihak swasta lainnya untuk berkontribusi sehingga target 1001 pohon dapat segera terealisasi” harapnya.

Dikatakan Sugito, tercapainya target ini relevan dengan pengembangan kawasan wisata alam Gunung Kuniran. Sebab, Gunung Kuniran tidak hanya menampilkan panorama saja sebagai daya tarik, akan tetapi kearifan lokal seperti budaya masyarakat dan makanan lokal unggulan. Dengan perpaduan daya tarik tersebut, pihaknya percaya bahwa kelak Gunung Kuniran akan menjadi destinasi pariwisata di Kabupaten Kulon Progo yang berkarakter.

Gunung Kuniran sebagai obyek wisata memiliki kelebihan sekaligus kekuatan antara lain kawasan puncak gunung yang khas dengan didominasi kontur bebatuan alam dan sumber daya manusia berupa gotong royong warga masyarakat sekitar yang masih kental menjadi kunci dalam mengembangkan wisata.

“Lokasi Wisata Alam Gunung Kuniran berada 7 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Kulon Progo saat ini dan 11 km dari Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) sehingga diharapkan bisa menjadi tempat refreshing yang nyaman bagi semua wisatawan, baik domestik maupun mancanegara” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo secara simbolis melakukan penanaman Pohon Dewandaru dan penandatanganan Prasasti Penanaman 1001 Pohon. Penanaman bibit lainnya dilanjutkan oleh jajaran Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kulon Progo, Kananewon Kokap, Kalurahan Hargorejo dan dilanjutkan oleh seluruh anggota Kelompok Tani Wonodadi dan anggota Paguyuban Gunung Kuniran. (Warta DLH/Prd)