Komitmen Tingkatkan Kinerja Di Tahun 2020, Berguru Ke Tuban Jawa Timur

WATES, dlh.kulonprogokab.go.id- Tuntutan masyarakat dalam memperoleh pelayanan yang aman, cepat, dan bermutu menjadi salah suatu upaya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo dalam memperoleh pengakuan bagi kualitas pelayanan yang diberikan. Untuk meningkatkan kinerja, maka karyawan DLH belajar dari upaya pengelolaan, pemantauan, dan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh DLH di daerah lain melalui kegiatan kaji banding. Kaji banding DLH telah dilaksanakan pada Selasa-Rabu (5-6/11/2019) lalu. Sebagai tujuan dipilih Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur.

Menurut Taufiq Amrullah, S.T.,M.M Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo selaku Ketua Rombongan mewakili Kepala Dinas, kegiatan kaji banding dapat memberikan perbandingan kinerja DLH yang satu dengan DLH yang lain. DLH Kabupaten Tuban Jawa Timur sebagai pilihan tujuan karena telah memiliki UPTD Laboratorium Lingkungan yang terakreditasi.

“Secara khusus, tujuannya adalah menggali dan membandingkan proses dan pelayanan administrasi dan pengelolaan keuangan dinas beserta sistem manajemennya, melakukan kaji banding pelayanan perizinan, penaatan dan pengawasan, memahami proses dan pelayanan UPTD Laboratorium Lingkungan yang telah ada dan terakreditasi, serta mengadopsi dan mengadaptasi nilai-nilai keunggulan yang didapatkan dari kaji banding” jelasnya.

Berdasarkan hasil kaji banding diketahui bahwa komitmen bersama para pemegang kebijakan menjadi kunci pelaksanaan program lingkungan hidup di tingkat Kabupaten. Hal ini dikarenakan jika telah terjadi pencemaran dan kerusakan lingkungan maka cost/anggaran yang dikeluarkan akan lebih besar dibandingkan dengan upaya pengendalian pencemaran, pemantauan dan pengawasan.

“Kegiatan pemantauan dan pengawasan perizinan akan lebih efektif dan efisien dengan adanya UPTD Laboratorium Lingkungan. Sebab, upaya pengelolaan dan pemantauan oleh pemegang izin dapat dilakukan di UPTD Laboratorium Lingkungan Kabupaten serta dapat dijadikan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil retribusi pelayanan laboratorium” tambah Kahar, AMKL Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Bidang Pengawasan dan Pengendalian DLH Kulon Progo yang juga turut serta dalam rombongan. (Warta DLH/Prd)