Potensi Ancaman Kerusakan Lingkungan Di Kulon Progo Makin Besar, Kampanye Tanam Pohon Digiatkan

WATES, dlh.kulonprogokab.go.id- Maraknya usaha penambangan tanah urug dan batu andesit di Kabupaten Kulon Progo ibarat pisau bermata dua. Satu sisi membawa dampak positif seperti membuka lapangan kerja, tapi di sisi lain menimbulkan persoalan baru. Contoh sederhana ialah berkurangnya pepohonan di areal tambang.

“Di Kulon Progo banyak potensi ancaman kerusakan lingkungan. Diantaranya berkaitan dengan pengurangan pohon. Misalnya di wilayah Kokap, puluhan hektar lahan dikuasai penambangan tanah urug dan batu andesit. Imbasnya di sana banyak pohon yang habis” kata Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si dalam sambutannya saat kegiatan tanam pohon di Taman Wana Winulang pada Jumat lalu (22/11/2019).

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup tersebut, bisa jadi jika tidak ada upaya menanam pohon, maka suatu saat Durian Kulon Progo akan tinggal cerita. Ada pohonnya tetapi tidak lagi berbuah, sebab kawanan kelelawar yang membantu proses penyerbukan banyak yang kabur akibat aktivitas penambangan.

“Jikalau pohon habis, dampak lainnya mata air menjadi tidak ada. Pohon manfaatnya banyak sekali, tidak hanya untuk penyelamatan air dan menahan erosi saja. Oleh karena itu, mari kampanye penyelamatan air pada khususnya dan lahan pada umumnya dengan cara menanam pohon sebanyak-banyaknya” ajaknya.

Adapun kegiatan tanam pohon di Taman Wana Winulang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada tanggal 28 November mendatang. Selain segenap karyawan DLH, kegiatan juga diikuti oleh anggota komunitas penggiat lingkungan Jejaring Merti Bawana Asri Kulon Progo, pengurus bank sampah, saka kalpataru, kalangan pelajar, dan beberapa OPD yang berlokasi di sekitar Taman Wana Winulang. (Warta DLH/Prd)