80 Unit Motor Sampah Roda 3 Ludes Dibagi Dalam 1 Hari

IMOGIRI, dlh.kulonprogokab.go.id- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya menyerahkan 80 unit motor sampah roda 3 kepada sejumlah kelompok kerja pengelola sampah di wilayah DIY. Serah terima bantuan dilaksanakan pada hari Senin (28/10/2019) kemarin bertempat di Gedung Gandung Pardiman Center Imogiri Kab. Bantul, bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dihadiri langsung oleh Heni Puspita, M.Si, Kasubdit Pengelolaan Sampah, Sarana dan Prasarana Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK, bantuan tersebut merupakan aspirasi dari H. Gandung Pardiman, SE.,MM Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Daerah Pemilihan DIY.

"80 unit tersebut untuk seluruh Kabupaten/Kota se-DIY, perinciannya Kabupaten Gunungkidul mendapatkan 34 unit, Bantul 24 unit, Sleman 10 unit, Kulon Progo 5 unit, dan Kota Yogyakarta sebanyak 7 unit" ujar RR. Heni Hernawati, SP.,M.Si Kepala Bidang Tata Lingkungan yang hadir mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo.

Pihaknya menyampaikan terimakasih atas bantuan motor sampah roda 3 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui aspirasi Bapak Gandung Pardiman. Ia berpesan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pengelola bank sampah demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat.

"5 Unit motor sampah roda 3 bagi Kabupaten Kulon Progo, peruntukannya masing-masing kepada Kelompok Kerja Kelola Sampah (K3S) Senden Sidorejo Lendah, Kelompok Peduli Lingkungan dan Kesehatan Bersih Sehat Sejahtera Mentobayan Salamrejo Sentolo, KSM Melati Beji Wates, Desa Panjatan, dan Kelompok Kerja Pengelola Sampah Karangsari Pengasih" jelasnya.

Sementara, Gandung Pardiman dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya motor sampah tersebut dapat membantu masyarakat melalui bank sampah dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Ia pun berharap semoga ke depannya akan lebih banyak lagi bank sampah yang muncul dan berkembang. (Warta DLH/Prd)