Sosialisasi Wanadesa di Balai Desa Brosot, Galur

KLH Kulon Progo bersama BLH DIY laksanakan sosialisasi wanadesa di Desa Brosot, Kecamatan Galur (27/03/2015). Acara ini dihadiri oleh Aparatur Kecamatan Galur, perangkat desa dan dukuh, BPD, PKK se Desa Brosot. Wanadesa merupakan kegiatan pendayagunaan lahan desa dengan menambah atau meningkatkan jumlah tanaman ( vegetasi). Dengan demikian luasan lahan tutupan vegetasi meningkat secara permanen dan  mendukung upaya konservasi lingkungan.

Wanadesa mempunya sasaran yaitu:

1. Termanfaatkannya potensi lahan desa (kas desa, wedi kengser, tanah Sultan/ tanah Paku Alam) atau lahan sejenis lainnya yang dikuasai oleh pemerintah desa

2. Terlaksananya pengembangan wanadesa sesuai kebutuhan pengembangan flora dalam mendukung tercapaianya peningkatan keanekaragaman hayati

3. Terwujudnya ketersediaan lahan dan keanekaragaman hayati guna mendukung upaya konservasi lingkungan.

Beberapa pendekatan yang dilakukan diantaranya:

1. Prinsip ekologis: wanadesa memiliki peran konservasi

2. Prinsip Ekonomis: wanadesa memiliki nilai tambah bagi pemerintah desa

3. Prinsip berkelanjutan: artinya bersifat terus menerus

Lokasi yang menjadi prioritas di Kabupaten Kulon Progo pada tahun ini diantaranya:

1. Desa brosot, Galur yaitu pada sempadan Sungai progo

2. Desa Sidoharjo, Samigaluh: yaitu pada lahan kritis yang merupakan habitat kera ekor panjang

Pada tahun lalu juga telah dilaksanakan kegiatan serupa di Kaliagung Sentolo. Kedepan Wanadesa tersebut akan dikembangkan sebagai wana wisata. Diharapkan juga nantinya di Kulon Progo ini semua desa memiliki wanadesa. BLH DIY sebagai pelaksana program kegiatan bekerjasama dengan KLH Kulon Progo untuk mensukseskan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kulon Progo dan lingkungannya.