Penanganan Aduan Lingkungan, Area Tambang Tanah Urug di Balong Kaligintung Disurvey

TEMON, dlh.kulonprogokab.go.id- Survey lapangan dalam rangka penanganan laporan Desa Kaligintung terkait usaha dan/atau kegiatan penambangan tanah urug atas nama RR. Desty Pujilestari di Dusun Balong, Desa Kaligintung, Kecamatan Temon dilakukan pada hari Rabu (16/10/2019) kemarin. Survey dilaksanakan oleh Tim Seksi Pengawasan dan Penaatan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo bersama Tim BP3 ESDM DIY dan Inspektur Tambang.

"Survey ini sebagai tindak lanjut atas laporan yang disampaikan Pemerintah Desa Kaligintung ke DLH Kulon Progo pada Selasa (8/10/2019) lalu. Pemdes melaporkan kekhawatiran masyarakat akan keadaan lingkungan di sekitar area tambang tersebut" kata Rin Dwari Widi Astuti, S.T Kepala Seksi Pengawasan dan Penaatan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo.

Menurut Rin Dwari, bagi pihak penambang seharusnya adanya aduan masyarakat disikapi sebagai wujud dari fungsi kontrol masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran lingkungan yang lebih serius yang dapat menyebabkan bencana lingkungan atau pelanggaran pidana.

Kondisi lingkungan yang curam di sekitar area tambang memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga masyarakat sekitar. Karena jarak area tambang dengan permukiman sangat dekat, masyarakat merasa was-was jika saat musim hujan memicu terjadinya bencana tanah longsor.

"Di samping itu, saluran air yang ada di dekatnya juga tertutup material tambang akibatnya kalau musim penghujan tidak mampu menampung air dan akhirnya meluap. Yang dikeruk kan lahan bagian atas, sedang bawahnya merupakan areal permukiman. Ada 8 KK di 6 Rumah yang bisa terdampak" ujar Aslam Fajari Dukuh Balong di sela-sela mendampingi Tim Survey.

Aslam menambahkan, selain bencana tanah longsor, batu-batu besar sisa penambangan yang terbengkelai juga dikhawatirkan bisa meluncur dan menggelinding hingga ke permukiman warga jika terjadi hujan lebat. Pihaknya berharap segera ada upaya tindak lanjut dari pihak penambang sehingga tidak muncul permasalahan yang dikhawatirkan.

Aris Zamzuri, S.T selaku Inspektur Tambang pun menyarankan agar material yang lepas agar segera dilakukan penataan serta menurunkan level jalan dan mengatur kemiringannya.

"Saluran drainase yang ada perlu dioptimalkan, yaitu dengan cara meningkatkan daya tampungnya, membuat kolam sedimentasi, membuat gorong-gorong yang memotong jalan dengan yudit (gorong-gorong letter U-red) bukan dengan pipa pralon" tegasnya.

Menanggapi evaluasi, pihak penambang menyampaikan rencana bahwa dalam waktu dekat, alat berat akan dioperasikan untuk melakukan penataan dan perapian, termasuk batu-batu besar yang terbengkalai. Dalam hal pembuatan gorong-gorong dan kolam sedimentasi, pihaknya akan konsolidasi bersama kepala teknik tambang. (Warta DLH/Prd)