Mengusung Tema Pengelolaan Sampah, Pembuatan Stand Pameran Tak Harus Mahal

PENGASIH, dlh.kulonprogokab.go.id- Stand Pameran Manunggal Fair Tahun 2019 baik yang berada di dalam Exhibition Hall Taman Budaya Kulon Progo maupun yang di luar ruangan, semuanya tampak cukup unik dan menarik. Para penampil stand menunjukkan ciri khas dan potensi masing-masing. Meski demikian, secara jujur harus diakui bahwa faktor anggaran pun turut "bermain".

Sebagai salah satu peserta pameran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo mencoba mengangkat tampilan stand yang berbeda dibanding instansi lainnya. Desain stand relatif simpel dan sederhana dengan bambu sebagai bahan baku kerangka stand. Hiasan stand didominasi menggunakan bahan sampah plastik dan sampah organik.

Gapura stand disusun dari ekobrik yang ditata rapi. Ekobrik merupakan pemanfaatan sampah plastik yang kemudian dikemas atau dimasukkan dan dipadatkan ke dalam botol plastik bekas pakai. Untaian bunga pinus kering menghiasi langit-langit stand menyiratkan pesan stand ramah lingkungan.

"Stand DLH murni made in sendiri, tidak menggunakan jasa pihak ketiga. Sebagian besar bahan stand diperoleh dari pedesaan. Bambunya berasal dari kampung saya. Mulai dari motong bambu hingga finishing stand, semua dikerjakan bersama-sama, bermodalkan gotong royong. Kalau dirupiahkan sampe stand jadi, hanya membutuhkan 1 jutaan saja. Jauh lebih murah ketimbang stand milik instansi lain" kata Widodo, salah satu kreator stand yang juga staff DLH Kulon Progo tersebut.

Bunga pinus yang banyak berguguran tatkala musim kemarau panjang, dimanfaatkan untuk menghias bagian atap. Dirangkai massal oleh rombongan ibu-ibu karyawan DLH.

"Kami mencari bunga pinusnya hingga ke pelosok perbatasan Girimulyo-Purworejo. Alhamdulillah dapat 2 kresek. Meski sempat dihinggapi pegal-pegal karena terlalu banyak jongkok ketika memungutnya, namun kami tetap semangat" ujar Umi Kurniasih mewakili kaum hawa DLH.

Keberadaan kolam mini dilengkapi dengan waterfall makin menguatkan Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo konsisten akan pelestarian alam. Dilengkapi dengan beberapa ikan hias, mewakili eksistensi fauna.

"Untuk waterfall atau air terjun nya sengaja dikonsep ilusi biar menarik. Dengan metode ilusi ini, air tampak ke atas dan ke bawah. Banyak pengunjung yang penasaran teknis pembuatannya" ucap Panji Winata sang arsitek kolam ketika ditemui Warta DLH.

Stand Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo berada di dalam Gedung Exhibition Hall Taman Budaya Kulon Progo. Posisi stand yang berada di barisan area tengah ruangan dan menghadap utara, tak menyulitkan pengunjung pameran untuk menemukannya. Di stand ini, semua pengunjung dapat sharing dan menimba ilmu pembuatan aneka produk kerajinan berbahan baku sampah dan pembuatan kompos, secara gratis. Tutornya langsung dari DLH Kulon Progo dan para penggiat lingkungan yang tergabung dalam komunitas Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Merti Bawana Asri Kulon Progo. (Warta DLH/Prd)