Upacara 17-an Lingkup Pemkab Kulon Progo Bulan Ini Bertepatan Dengan Hari PMI

WATES, dlh.kulonprogokab.go.id- Pelaksanaan Upacara di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019 terjadwal sebagaimana tertera dalam Lampiran Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor 003.1/261 tertanggal 16 Januari 2019. Edaran tersebut disusun sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 019.1/3976/SJ tertanggal 28 Juli 2017 perihal Pelaksanaan Upacara Bendera dan Penggunaan Bendera Negara.

Di samping jadwal Upacara Peringatan Hari Besar Nasional, dalam surat edaran tersebut juga termuat jadwal upacara 17-an (upacara yang dilaksanakan pada tanggal 17-red). Pada bulan Agustus kemarin, upacara 17-an bertepatan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Indonesia. Sedangkan pada bulan September ini, upacara 17-an bertepatan dengan Peringatan Hari Palang Merah Indonesia.

"Setiap tahunnya pada tanggal 17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi nasional yang fokus dalam bidang sosial kemanusiaan. Keberadaan PMI sebetulnya sudah ada sebelum Perang Dunia II, tepatnya pada tanggal 12 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indie (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang. Pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama Drs. Mohammad Hatta. Sampai dengan saat ini, peristiwa itu kemudian dijadikan sebagai Hari PMI" kata Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si Kepala Dinas Lingkungan Hidup saat membacakan sambutan Wakil Bupati Kulon Progo dalam Upacara Bendera hari Selasa (17/9/2019).

Menurut Arif yang juga menjabat Ketua PMI Cabang Kulon Progo, tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS Nomor 25 Tahun 1950 dan Keppres RI Nomor 246 Tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949. Kinerja PMI di bidang kemanusiaan dan kerelawanan mulai dari tahun 1945 sampai dengan saat ini antara lain sebagai berikut membantu saat terjadi peperangan/konflik, membantu korban bencana alam, dan layanan tranfusi darah.

Ia menambahkan, kiprah PMI Kulon Progo selain memberikan layanan tranfusi darah, di setiap lebaran PMI juga selalu menempatkan personelnya untuk siap siaga di titik jalan raya yaitu di Kantor PMI Kulon Progo, terminal wates dan jembatan timbang, serta di beberapa kawasan wisata yang padat pengunjungnya. Selain itu di setiap kejadian kebencanaan, PMI selalu siap siaga memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang terkena dampak bencana.

"Pada kesempatan ini, tak lupa saya selaku pimpinan di jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memberikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada PMI, PMR (Palang Merah Remaja) yang berada di bawah binaan PMI dan seluruh relawan PMI yang telah bekerja keras memberikan layanan kemanusiaan kepada warga masyarakat Kulon Progo. Semoga PMI Kulon Progo senantiasa berupaya meningkatkan layanan kemanusiaannya dengan cara selalu berbenah diri, mengevaluasi kinerjanya dan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat Kulon Progo" tutur Drs. H Sutedjo Wakil Bupati Kulon Progo dalam naskah sambutannya sebagaimana dibacakan Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si selaku Inspektur Upacara.

Upacara bendera yang diselenggarakan di halaman Irda tersebut, diikuti segenap pegawai dari Inspektorat Daerah (Irda) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo. Bertindak sebagai komandan upacara yaitu Daris Nuryanto. Endri Susanto, Resthu Aviantono, dan Pardiyono sebagai petugas bendera. Zuli Harnifah dan Ngatinem, masing-masing ditunjuk sebagai pembaca UUD dan pembaca Panca Prasetya KORPRI. Sabar Waluya selaku pembaca doa, Untoro Suwondo sebagai dirijen, Umi Kurniasih sebagai ajudan, dan Amalia Dwi Marlina sebagai pembawa acara. (Warta DLH/Prd)