Dukung Smart City Kulon Progo, Dengan SIBAKU Lingkungan Sehat Ekonomi Meningkat

WATES, dlh.kulonprogokab.go.id- Beragam aplikasi pintar telah diluncurkan seiring gelora Program Smart City di Kabupaten Kulon Progo. Berawal hasrat memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan gagasan memaksimalkan sampah menjadi produk bermanfaat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencetuskan aplikasi SIBAKU (Sistem Informasi Bank Sampah Kulon Progo). Bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo, SIBAKU berhasil terealisasi pada bulan Agustus 2019.

Menurut Anita Angguntari, Programmer Dinas Kominfo, SIBAKU yang notabene bertujuan mendukung kegiatan operasional Bank Sampah di wilayah Kabupaten Kulon Progo, merupakan aplikasi yang menarik.

"Dengan Maps yang ada di SIBAKU dapat diketahui titik-titik koordinat mana saja tempat Bank Sampah berada. Dalam sistem ini juga disediakan katalog kerajinan yang bertujuan mempromosikan produk-produk kerajinan dari daur ulang sampah. Secara tampilan, sudah disesuaikan agar kompatibel dengan layar komputer, laptop, tablet, maupun smartphone. Untuk mengakses aplikasi SIBAKU, silahkan masuk ke laman Website DLH Kulon Progo yaitu dlh.kulonprogokab.go.id " paparnya sebagai narasumber sosialisasi di hadapan pengurus Bank Sampah pada hari Rabu (21/8/2019) bertempat di Aula DLH Kulon Progo.

Rita Kusmiyati, S.Si Kepala Seksi Pelestarian Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas DLH Kulon Progo mengatakan sebagai upaya mengenalkan aplikasi SIBAKU kepada masyarakat, DLH menyelenggarakan sosialisasi dengan peserta dari pengurus Bank Sampah. Pada sosialisasi Tahap I ini, diundang 25 dari 73 Bank Sampah se Kulon Progo.

"Kami ngaturi  Bapak/Ibu pengurus Bank Sampah berkaitan dengan Program Smart City Kabupaten Kulon Progo. Dimana kondisi sekarang perkembangan teknologi demikian pesat sehingga kita diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan cara meningkatkan kemampuan dan beradaptasi. DLH bekerjasama dengan Dinas Kominfo membuat SIBAKU. Mohon Bapak/Ibu pengurus Bank Sampah untuk melengkapi data-data dalam aplikasi ini" katanya.

Rita mengungkapkan optimalisasi penggunaan aplikasi SIBAKU akan berdampak minimal pada 3 hal yakni mengubah sampah menjadi produk yang lebih berguna, membangun lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat serta bertambahnya penghasilan masyarakat.

Salah satu peserta, Siti Rokhana (Bank Sampah Seruni) menanggapi positif diluncurkannya SIBAKU. Ia optimis adanya SIBAKU akan mempermudah masyarakat mengakses data Bank Sampah.

"Tentu dengan SIBAKU, kita lebih mudah mengetahui sebaran dan eksistensi Bank Sampah di Kulon Progo. Selain itu, pekerjaan menulis laporan secara manual akan berkurang karena bisa langsung dikerjakan pada aplikasi ini via komputer atau smart phone" ucapnya.

Sependapat, Sunardi (Bank Sampah Ngudi Resik) menyampaikan terimakasih atas nama seluruh pengurus Bank Sampah kepada DLH dan Dinas Kominfo Kulon Progo yang telah memfasilitasi masyarakat untuk bisa melaporkan secara online kegiatan dan kemajuan tiap Bank Sampah.

"Kami berharap karena lokasi Bank Sampah tersebar se Kabupaten Kulon Progo dari wilayah pegunungan hingga pesisir dan disinyalir lokasi-lokasi tertentu masih minim sinyal (blank spot area), dapat segera diatasi oleh instansi berwenang" harapnya. (prd)