Perlu Perhatian Khusus, Polusi Udara Ancaman Terbesar Kesehatan Manusia

Peringatan World Environment Day (Hari Lingkungan Hidup Sedunia) Tahun 2019 ditandai dengan peringatan dari World Health Organization (WHO) tentang salah satu ancaman terbesar kesehatan manusia yaitu polusi udara. WHO menyatakan setiap tahun 7.000.000 (tujuh juta) orang meninggal karena polusi udara. Di seluruh dunia tercatat bahwa 9 dari 10 orang terpapar pencemaran udara yang berasal dari kendaraan bermotor, industri, pertanian, dan pembakaran sampah. Oleh karena itu, United Nation Environment (UN Environment) mengangkat tema "Beat Air Pollution" (Kendalikan Polusi Udara) untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun 2019 ini.

Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc dalam sambutan tertulis Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagaimana dirilis dalam laman www.menlhk.go.id menyatakan secara nasional menggunakan tema "Biru Langitku, Hijau Bumiku". Tema biru langitku menggambarkan upaya untuk mengendalikan polusi udara sangat berkaitan dengan upaya menata bumi menjadi lebih hijau.

Menurut penjelasannya, Pemerintah Indonesia telah melakukan pengendalian polusi udara antara lain dengan penerapan penggunaan bahan bakar bersih dengan bahan bakar setara standar Euro 4, kebijakan penggunaan bahan bakar biodiesel 20% atau dikenal sebagai B20, dan patroli terpadu Manggala Agni untuk mencegah polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan. Upaya pengendalian polusi udara tersebut perlu diimbangi dengan gerakan menanam pohon untuk menambah kapasitas reduksi polusi udara.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menargetkan penanaman pohon seluas 207.000 hektar pada tahun 2019 yang terfokus pada 15 daerah aliran sungai prioritas, 15 danau prioritas, 65 dam/bendungan, dan daerah-daerah rawan bencana. Gerakan ini akan memberikan dampak yang lebih besar jika seluruh pihak berpartisipasi dengan target menanam dan memelihara 25 pohon seumur hidup. Dalam upaya pengurangan polusi udara dari kendaraan bermotor beberapa kota di Indonesia telah memperbanyak taman kota dan membangun jalur bersepeda. Meskipun demikian, tentu disadari bahwa berbagai upaya pemerintah yang ada masih perlu terus ditingkatkan.

"Ini juga dapat menjadi lambang perjuangan untuk memperbaiki lingkungan, merupakan ibadah yang memiliki banyak tantangan dan hanya bisa dilakukan dengan memperkuat silaturahmi dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H, mohon maaf lahir dan batin. Kita teguhkan niat dan upaya untuk menjaga lingkungan hidup" tuturnya di akhir sambutan. (prd)

(Sumber: Sambutan Tertulis Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan published on Juni 02, 2019  http://www.menlhk.go.id/site/single_post/2132 diakses pada tanggal 25 Juni 2019)