Kembalikan DLH Kulon Progo pada “Roh”nya

Wates- Meningkatkan manajemen dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan menjadi salah satu arah kebijakan Dinas Lingkungan Hidup demi terwujudnya peningkatan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Kulon Progo. Oleh karena itu, DLH Kulon progo hendaknya dikembalikan pada "roh"nya. Demikian disampaikan Taufiq Amrullah, ST.,MM Sekretaris DLH Kulon Progo saat sambutan mewakili Kepala Dinas pada Acara Koordinasi Kegiatan Lingkup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo Jumat 14 Juni 2019.

"Kembalikan DLH Kulon Progo pada "roh"nya terkandung maksud mengembalikan fungsi Dinas Lingkungan Hidup sebagai pusat pertemuan lembaga dan komunitas-komunitas peduli lingkungan hidup Kabupaten Kulon Progo. Sebagai contoh, kami merencanakan di lingkungan kantor DLH nantinya terdapat kesekretariatan bagi rekan-rekan JPSM (Jejaring Pengelola Sampah Mandiri-red), adik-adik Saka Kalpataru ada basecampnya, dan ada pula galeri khusus untuk memajang produk-produk kerajinan daur ulang sampah" tuturnya.

Taufiq pun menyampaikan terimakasih kepada lembaga, instansi, dan komunitas yang selama ini telah bersinergi dan membantu Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan lingkungan. Harapannya dari waktu ke waktu kolaborasinya lebih ditingkatkan lagi.

"Khusus Program Meraih Mimpi Adipura Tahun 2019, mohon dukungan dan peran serta nya secara maksimal. Baik dalam bentuk pemantauan dan pengondisian tiap lokasi titik pantau sesuai kriteria penilaian Adipura maupun upaya pengurangan timbulan sampah di lingkungannya masing-masing" imbuhnya.   

Hal senada dikemukakan RR Heni Hernawati, SP.,M.Si Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kulon Progo. Menurut Heni tujuan DLH memfasilitasi kesekretariatan dan stand produk komunitas yaitu sebagai sarana edukasi kepada publik tentang pengelolaan sampah melalui kreasi daur ulang sampah, sarana untuk mengapresiasi dan menunjukkan eksistensi Bank Sampah/ JPSM, serta upaya memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk daur ulang sampah yang dihasilkan.

"Terkait persiapan Adipura, harapannya JPSM sebagai salah satu unsur penggerak/elemen masyarakat dapat berkontribusi pada diseminasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah serta upaya pengurangan sampah di tingkat rumah tangga" jelasnya. 

Menanggapi wacana DLH, Sunardi Ketua JPSM Merti Bawana Asri Kulon Progo mendukung dan menyatakan fasilitasi sangat diperlukan agar kegiatan ataupun hasil kegiatan bisa dipublikasikan ke masyarakat. "Setiap dinas mempunyai kepanjangan tangan yang salah satu komponennya ialah komunitas relawan sesuai bidangnya, yang harus didukung oleh dinas dimana mereka berinduk. Tidak terkecuali JPSM dan komunitas sejenis yang perlu juga difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup. Ini pun menyangkut keberhasilan Adipura. Adipura akan tercapai dengan kerjasama yang baik seluruh elemen masyarakat, swasta, dan pemerintah daerah. Setiap titik penilaian harus benar-benar didampingi agar nilainya sesuai yang diharapkan" ujarnya saat dikonfirmasi secara terpisah.

Acara yang digelar mulai pukul 08.30 WIB di Ruang Rapat DLH tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman Kulon Progo, Pengurus Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Merti Bawana Asri Kulon Progo, Bank Sampah, Sekolah Adiwiyata, dan Saka Kalpataru. Acara koordinasi diakhiri dengan sesi jabat tangan saling memaafkan agar kembali fitri untuk menata rencana yang lebih baik lagi di tahun ini. (prd)