Jajaki Peluang Kerjasama, Jajaran Pengurus RAPEL Kunjungi DLH Kulon Progo

Wates- Jajaran pengurus RAPEL berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo pada hari Jumat (17/5) dipimpin oleh Yudho Indardjo dan Sekti Mulatsih. Rombongan diterima langsung Kepala Dinas dan sejumlah pejabat struktural DLH lainnya. Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih atas kunjungan tersebut. Karena RAPEL mengampanyekan gerakan 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) sampah dari sumbernya, harapannya seluruh sampah khususnya anorganik dapat terpilah dan tertangani dengan baik.

"Jika kelak RAPEL mengembangkan usahanya di Kulon Progo, Semoga dapat berkontribusi positif terhadap upaya penanganan sampah di wilayah ini. Sinergitas dengan Bank-Bank Sampah juga diperlukan agar keberadaan bank sampah tetap eksis dan aktif. Bagi bank sampah yang kesulitan dalam meningkatkan omzet penjualannya, hadirnya RAPEL bisa menjadi alternatif solusi" katanya.

Sekti Mulatsih dalam paparannya menjelaskan bahwa RAPEL adalah aplikasi untuk menjual sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual dan telah dipilah menurut jenisnya oleh pemilik sampah yang menjadi user/ pengguna aplikasi. Sampah dijual kepada kolektor atau agen pengepul sampah yang menjadi mitra aplikasi.

"User maupun kolektor akan mendapatkan poin dari aktifitas jual beli sampah, dan poin dapat ditukar dengan berbagai hadiah sesuai dengan promo yang ada. Guna kemudahan pemasangan aplikasi, RAPEL dapat didownload melalui layanan Google Play" jelasnya.

Sekti menambahkan, sementara ini sebagai pilot project RAPEL adalah Kota Yogyakarta. Sedangkan, untuk wilayah Kabupaten/Kota yang lain masih dalam tahap penjajakan.

"Kami tentu berharap Pemerintah Kabupaten Kulon progo menyambut baik hadirnya RAPEL ini. Kunjungan di Dinas Lingkungan Hidup, semoga menjadi pintu gerbang adanya peluang kerjasama" tambahnya.

Produksi sampah yang meningkat dari tahun ke tahun baik dari permukiman maupun non permukiman serta pengelolaan sampah yang belum optimal memang perlu disikapi secara bijaksana oleh berbagai pihak. Hadirnya RAPEL sebagai solusi millennial untuk pengelolaan sampah berbasis aplikasi layak untuk diapresiasi. Rumusan nota-nota kesepakatan dan kerjasama antar pihak harus dikaji secara matang dan mendalam agar tidak ada yang merasa dirugikan. (prd)