Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kulon Progo di DLH Terasa Ada yang “Spesial”

Wates- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kulon Progo rutin menyelenggarakan pertemuan setiap bulan. Bertepatan dengan Ramadhan pada bulan Mei ini, Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo mendapatkan "giliran" sebagai tuan rumah penyelenggara. Diikuti oleh pengurus beserta anggota DWP Kulon Progo yang berjumlah 50-an orang, pertemuan dilaksanakan pada hari Kamis 16 Mei 2019 pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Rapat DLH.

Taufiq Amrullah, S.T.,MM Sekretaris DLH mewakili Kepala Dinas dalam sambutannya menuturkan bahwa berbeda dengan pertemuan DWP sebelumnya, pertemuan kali ini sengaja mengangkat tema tentang upaya mengurangi timbulan sampah. Hal tersebut dilatarbelakangi bahwa sampah merupakan isu yang sedang hangat dan berkembang. "Kami mengharapkan ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kulon Progo bisa memaksimalkan perannya menjadi ujung tombak dan penggerak pengelolaan sampah tingkat rumah tangga di wilayahnya masing-masing. Kreativitas dan inovasi dalam tata kelola sampah juga diperlukan karena ada jenis sampah yang dapat diolah menjadi produk-produk kerajinan bernilai ekonomi sehingga jika ditekuni tentu akan menambah penghasilan keluarga" tuturnya.

Kaitannya dengan upaya pengelolaan sampah, selama ini peran serta ibu-ibu yang tergabung dalam DWP Kulon Progo dinilai sudah cukup baik. Melalui pokja-pokja PKK, disosialisasikan gerakan pemilahan sampah, himbauan tidak membakar sampah, partisipasi kegiatan bank sampah dan infaq sampak, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Demikian dijelaskan Ny. Eni Hartati Kisworo Ketua Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Kulon Progo. "Pembinaan kegiatan PKK di Kulon Progo terlaksana dengan baik. Beberapa kejuaraan berhasil diraih, antara lain Lomba PHBS, Lomba Posyandu, dan Lomba Hatinya PKK" jelasnya.

Dalam pertemuan DWP ini, diisi materi upaya pengelolaan sampah dengan Jejaring Pengelola Sampah Mandiri sebagai narasumber. Sunardi, Ketua JPSM Merti Bawono Asri Kulon Progo memaparkan materi "Sampahku Tanggungjawabku". Pengertian sampah, jenis-jenis sampah, cara penanganan sampah, hingga permasalahan teknis pengelolaan sampah dipaparkan secara detail. "Empat aspek penting dalam pengelolaan sampah antara lain dinas terkait sebagai pengelola, dukungan sarana prasarana yang memadai, peran serta masyarakat, dan peraturan yang dapat diaplikasikan langsung pada masyarakat" paparnya.

Sunardi menambahkan belum adanya pola baku bagi pembinaan masyarakat yang dapat dijadikan pedoman pelaksanaan dan kapasitas sarana persampahan yang belum mencukupi kebutuhan menjadi dua faktor timbulnya permasalahan dalam aspek teknis operasional pengelolaan sampah.

Diakhir sesi pertemuan, didemonstrasikan pembuatan pot dari kain bekas oleh Sudaryono dari JPSM Merti Bawono Asri dan diadakan pembagian doorprize. Doorprize yang dibagikan pun sangat spesial yakni produk-produk kerajinan berbahan baku sampah plastik, seperti tas belanja dan aneka bunga lengkap dengan vasnya. Jelang hari raya Idul Fitri, semoga doorprize tersebut menjadi hiasan yang menarik dan menginspirasi upaya upgrade sampah jadi barang "wah". (prd)