Pesan Sosial Dibalik Gelaran STQ Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019

Nanggulan- Gelaran Seleksi Tilawatil Qur"an Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019 berlangsung di kompleks Kecamatan Nanggulan pada hari Sabtu 16 Maret 2019. Ditandai dengan pemukulan bedug, STQ dibuka oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo. Hadir sebagai undangan, Unsur Forkompimda Kulon Progo, Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kulon Progo, Kepala Kemenag beserta jajarannya, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Kabag Kesra Setda kulon Progo, Camat dan unsur Muspika, Kepala KUA se-Kabupaten Kulon Progo, Kepala Desa se-Kecamatan Nanggulan dan Perangkatnya, Pimpinan Cabang NU dan Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Drs. Duana Heru Supriyanta, MM Camat Nanggulan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas ditunjuknya kecamatan Nanggulan sebagai tuan rumah. Mengusung tema "STQ mewujudkan revolusi mental menuju insan yang qur"ani", pelaksanaan STQ tahun 2019 ini tepat 1 bulan menjelang pemilu dan 1 ½ bulan menjelang bulan suci romadhon. Cabang yang dilombakan meliputi tilawah dan tahfidz, masing-masing untuk kategori putra dan putri.

"Kami mengharapkan STQ bukan hanya sekedar lomba, ceremony, atau kegiatan yang menghabiskan anggaran, tetapi dapat menjadi sarana memasyarakatkan Al Qur"an dan meng-Qur"an kan masyarakat. Kegiatan ini bisa menjadi starting point dan momentum untuk mengajarkan Al Qur"an kepada anak-anak dan keluarga sehingga pemahaman tentang Al Qur"an dapat kaffah" kata Duana.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur"an Kabupaten Kulon Progo, Jumanto, SH saat membacakan laporan panitia, menyampaikan bahwa penyelenggaraan STQ 2019 didasarkan pada hasil rakerda LPTQ tahun 2018 yang memutuskan Kecamatan Nanggulan sebagai tuan rumahnya. Maksud dan tujuan STQ secara umum yakni untuk mendekatkan kaum muslim kepada kitab sucinya, meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al Qur"an dalam kehidupan, serta meningkatkan kualitas seni baca Al Qur"an. Sedangkan tujuan khususnya adalah melakukan seleksi kepada warga Kulon Progo mewakili kabupaten ke STQ tingkat Provinsi yang akan berlangsung 04 s/d 06 April 2016 di kabupaten Sleman.

"Kegiatan STQ diawali dengan pawai ta"aruf oleh seluruh kafilah start dari lapangan Jatisarono hingga halaman Kecamatan Nanggulan. Peserta STQ berasal dari 12 Kecamatan, dengan rincian kecamatan Wates (26 orang), Temon (27 orang), Panjatan (21 orang), Galur (21 orang), Lendah (17 orang), Sentolo (12 orang), Pengasih (20 orang), Girimulyo (14 orang), Kokap (21 orang), Nanggulan (18 orang), Samigaluh (20 orang), dan Kalibawang (20 orang), total peserta 237 orang" paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo menuturkan bahwa di samping mempersiapkan Qori" dan Qori"ah ke tingkatan STQ selanjutnya, gema STQ berkontribusi dalam membentuk generasi millennial, generasi muda islam yang cerdas, beriman dan bertaqwa, kreatif, inovatif, berkarakter, sehingga memiliki masa depan yang lebih baik. Umat Islam di Kabupaten Kulon Progo hendaknya bersatu menyerukan keagungan Illahi ke seluruh pelosok desa. Dengan dikumandangkannya wahyu Illahi akan mendatangkan ketentraman, kesejukan, dan kedamaian.

"Pada bulan April mendatang, kita akan melaksanakan tiga agenda penting. Yang pertama, pesta demokrasi untuk memilih presiden dan wakil presiden dan wakil rakyat yang duduk di DPRD, DPR, dan DPD. Gunakan hak pilih dan jaga suasana tetap aman, tenteram, tertib, dan damai. Kedua, peresmian bandara NYIA. Mohon do"anya semoga pembangunan bandara berjalan lancar dan dapat beroperasi sesuai target. Ketiga, Ujian Nasional. Kondisikan anak-anak peserta UN agar dapat mengikuti ujian dengan baik dan sukses sesuai harapan" tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim warta DLH, pelaksanaan STQ 2019 di Kecamatan Nanggulan secara keseluruhan berlangsung dengan meriah dan semarak. Kegiatan STQ ditutup sore harinya oleh Asda I Bidang Pemerintahan dan Kesra sekaligus Ketua LPTQ Kabupaten Kulon Progo, Jumanto, SH. Kafilah Kecamatan Kokap berhasil menjadi Juara Umum dan berhak atas trophy bergilir. Peringkat dua dan tiga diraih oleh kafilah dari kecamatan Wates dan Galur. (prd)