Update Ilmu di Jaman Milenial, Siswi SMK N 1 Girimulyo Timba Ilmu di DLH Kulon Progo

Wates- Ilmu yang berkembang pesat di jaman yang serba modern menuntut para penimba ilmu khususnya pelajar untuk berjuang keras dalam meraihnya. Ilmu yang dipelajari di bangku sekolah akan menjadi lebih mendalam jika diimbangi dengan ilmu yang diperoleh secara aplikatif di lapangan. Berdasar konsep pemikiran tersebut, 3 siswi SMK Negeri 1 Girimulyo tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diperolehnya tatkala menjalani kegiatan prakerin (praktek kerja industri-red) di Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo. Adalah Lenny, Weny, dan Lia siswi Kelas XI Jurusan Akuntansi berkesempatan prakerin di DLH selama 6 bulan.

"Sesuai dengan jadwal yang ditentukan sekolah, kami prakerin di DLH sejak bulan Desember 2018 hingga Agustus 2019. Terbagi dalam dua sesi. Pertama, bulan Desember 2018 - Februari 2019. Kemudian dilanjutkan lagi bulan Juni - Agustus 2019" tutur Weny. "Pada bulan Maret - Mei kami kembali ke sekolah untuk mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa" tambah Pawestri Lianasari yang akrab disapa Lia.

Selama prakerin di DLH, keberadaan mereka dirasa sangat membantu kelancaran kegiatan kantor terutama kesekretariatan. Sulinah, salah seorang pegawai DLH menuturkan ketiga siswi tersebut rajin dan cakap dalam menjalankan tugas-tugasnya. "Mereka senantiasa menyelesaikan tugasnya tepat waktu, di samping itu juga bersikap ramah dan sopan kepada semua karyawan yang ada", tandas bu Lina.

Berperan sebagai guru di tempat prakerin, segenap karyawan DLH pun dengan senang hati membimbing penguasaan dan penerapan disiplin ilmu terkait, khususnya akuntansi. "Banyak hal yang kami pelajari di sini utamanya tentang proses penyusunan laporan keuangan, antara lain: membuat rekap belanja dan realisasi anggaran, belanja dinas dan beban/utang, penyusunan laporan aset dan persediaan. Kami juga mendapatkan ilmu-ilmu baru karena beberapa jenis laporan sudah berbasis aplikasi" tutur Lenny, peserta prakerin asli Kaligesing Purworejo.

Keberhasilan siswa dalam mengikuti kegiatan prakerin tak semata tanggung jawab siswa belaka.  Sinergitas dan kerjasama yang baik antara OPD (Organisasi Perangkat Daerah-red) objek prakerin dengan sekolah penting dilakukan guna mendukung kesuksesan kegiatan prakerin. Semua pihak harus memahami bahwa di jaman milineal prakerin adalah sarana menyiapkan generasi yang "siap pakai" dan berkompeten. (Prd)