Setda Kulon Progo Gelar Koordinasi Bantuan BEKRAF, Cegah Penyaluran Tak Tepat Sasaran

Wates- Sekretariat Daerah Kulon Progo menyelenggarakan rapat koordinasi bantuan BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif-red) pada hari Jumat 08 Februari 2019 bertempat di Ruang Glagah Gedung Binangun. Rapat dipimpin oleh Ir Adnan Widodo MT, Kabag Administrasi Perekonomian Setda Kulon Progo dengan perwakilan masing-masing OPD sebagai peserta. Hadir sebagai narasumber adalah Sapto Tanoyo Poedjanarto, Ketua Asosiasi Indonesia Creative Economy Network. Rapat tersebut menjadi wadah sosialisasi tentang mekanisme pengajuan bantuan BEKRAF dan koordinasi agar bantuan yang diterimakan tidak salah sasaran.

Dalam pemaparannya, Sapto menjelaskan bahwa bantuan BEKRAF berasal dari kementerian BUMN yang ditujukan kepada komunitas-komunitas di seluruh Indonesia. Komunitas ini pengorganisasiannya melalui suatu konsorsium dengan beranggotakan komunitas yang bersangkutan, dinas atau dukungan dari pemerintah kabupaten/kota, atau dukungan kepala daerah, dan tokoh akademisi sebagai pembimbing. Saat ini, bantuan difokuskan kepada komunitas dengan latar belakang budaya/seni, kriya, dan kuliner.

"Untuk memperoleh bantuan, komunitas harus memenuhi persyaratan, diantaranya telah eksis, mempunyai legalitas, telah berkegiatan minimal 3 tahun, melaksanakan even-even secara periodik dan diwartakan melalui media massa", tandas Sapto.

Bantuan insentif yang dicairkan dapat berwujud renovasi gedung (maksimum senilai Rp 500.000.000,-) dan permodalan (maksimum senilai Rp 200.000.000,-). Renovasi gedung yang dimaksud adalah perbaikan gedung-gedung milik pemerintah yang sudah tidak digunakan/mangkrak atau gedung milik lembaga/komunitas yang mempunyai legalitas kepemilikan, sehingga dapat dimanfaatkan kembali. Sedangkan bantuan permodalan dapat digunakan untuk pengembangan unit-unit usaha ekonomi masyarakat. Secara teknis, bantuan tidak dapat diterimakan selama kurun waktu 2 tahun berturut-turut, namun harus terdapat jeda 1 tahun.

"Dari pemaparan narasumber, pengajuan bantuan dapat secara online melalui situs www.bekraf.go.id dengan melengkapi berkas permohonan disertai data-data pendukung. Dalam website tersebut juga sudah dimuat petunjuk teknis tata cara pengajuannya", tutur Harliantoro, salah seorang peserta rapat dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo. Apabila permohonan dikabulkan, maka penerima wajib  melaporkan realisasi anggarannya kepada BEKRAF sesuai dengan ketentuan dan waktu yang telah ditetapkan. (Hrl/Prd)