DLH Bersama Balai Hiperkes DIY Lakukan Uji Kualitas Udara Ambien di Wilayah Kulon Progo

KULON PROGO (WARTA DLH) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo melakukan Uji Kualitas Udara Ambien.

Bekerja sama dengan Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja D.I.Yogyakarta, pengambilan sampel berlangsung pada Selasa 23 Agustus 2022.

Salah satu staff Bidang PPL DLH Kulon Progo Bhakti Panji Winata, Amd.KL menuturkan bahwa berdasarkan keterwakilan wilayah dan studi kelaikan, lokasi yang dipilih yakni Perempatan Dekso Kalibawang, Perempatan Ngeplang Sentolo, Pertigaan Tugu Brosot Galur, Proliman Karangnongko Wates, Pertigaan Jangkaran Temon, Perempatan Pasar Pripih , Pertigaan JJLS Jl. Deandeles Karangsewu, PT. Mentari Niaga Utama Salamrejo dan Capital Realm Indonesia, PT. Dian Niaga Salamrejo, dan Area CV. Karya Hidup Sentosa Sentolo.

"Pengujian dilaksanakan setahun dua kali. Awal tahun bulan Maret, sedangkan akhir tahun di bulan Agustus" kata Bhakti Panji Winata.

Terdapat tujuh jenis parameter uji kualitas udara ambien, yaitu SO2, NO2, CO, O3, CO2, PM2,5, TSP.

Secara teknis, dalam pengambilan sampel digunakan peralatan seperti halnya HVAS, larutan penjerap, dan anemometer.

Sumarno, S.Pd Pengelola Laboratorium Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja DIY menjelaskan sampel yang diambil selanjutnya akan diuji di Laboratorium Balai Hiperkes DIY.

"Dalam pengujian kadar debu, filter ditimbang sebelum dan setelah pemakaian. Data selisih diolah sehingga merepresentasikan kadar debu di kawasan tersebut. Dari proses pengambilan sampel untuk masing-masing parameter, pengujian, hingga penyusunan laporan administratif memakan waktu lebih kurang seminggu" papar Sumarno.

Hasil uji kualitas udara akan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan, baik yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Peyelenggaraan Perlindungan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Data tersebut menjadi dasar pengambilan kebijakan pengelolaan lingkungan oleh pihak-pihak terkait.

Seiring makin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dan pembangunan di Kabupaten Kulon Progo kualitas udara ambien cenderung menurun. Dalam hal ini kesadaran dan kepedulian masyarakat serta perhatian serius dari pemerintah amat dibutuhkan. (Bid. PPL)