Pilah Sampah di Sumbernya, Bukti Nyata Kepedulian Kita pada Lingkungan

Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam pengelolaan sampah rupanya belum bisa berjalan dengan baik, dan masih sebatas slogan saja.

Konsep 3R pada pengelolaan sampah dasarnya sangat bagus apabila bisa terlaksana pada semua sektor utamanya sejak dari penghasil sampah/ sumbernya.

Pemilahan sampah merupakan langkah nyata awal pengelolaan sampah apabila timbulan sampah terlanjur muncul/ dihasilkan.

Tentunya sebelum muncul sampah akan lebih baik lagi apabila dilakukan pengurangan timbulan sampahnya, misalnya saja dengan cara mengganti bahan yang sulit terurai dengan bahan yang lebih mudah terurai.

Kehidupan sehari-hari kita baik di rumah, di kantor atau tempat kerja, di sekolahan, atau bahkan di tempat rekreasi dapat dipastikan akan ada timbulan sampah.

Sebagai contoh adalah kegiatan rapat di kantor-kantor yang tidak lepas dari hidangan makanan ringan dan minuman, selalu saja akan meninggalkan sisa kegiatan berupa bungkus makanan atau bahkan sisa makanan itu sendiri.

Tindakan paling mudah adalah mengumpulkan untuk kemudian dijadikan satu di tempat sampah sebelum diangkut pihak KSM atau petugas pengangkut sampah.

Sampah dari sisa kegiatan rapat seperti contoh di atas sebenarnya masih dapat dipilah sesuai jenisnya, minimal sampah kertas yang masih bisa dilakukan daur ulang dan sampah plastik pembungkus makanan sebagai residunya.

Praktek pemilahan sampah pada sumbernya tentu perlu dikampanyekan secara terus menerus baik melalui contoh nyata dalam perilaku sehari-hari kita, maupun melalui penyampaian hasil dokumentasi kepada masyarakat umum.

Dalam hal ini prinsip pemilahan sebagai aplikasi 3R belum bisa terlaksana secara baik, karena sampah hanya dibiarkan tidak dipilah sesuai jenisnya.

Mari ubah perilaku pengelolaan sampah, dengan pilah sampah sejak dari sumbernya! (Penulis : Dedy K, Pedal Muda DLH Kulon Progo)