Pemantauan Kualitas Air Limbah IPAL Komunal

Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 22 Tahun 2021, air limbah adalah air yang berasal dari suatu proses dalam suatu kegiatan.

Pada umumnya, kuantitas timbulan limbah cair berasal dari beberapa sumber, seperti rumah tangga, kawasan permukiman, serta kawasan fungsional/perkotaan yang ditetapkan berdasarkan kuantitas air bersih yang digunakan.

Sistem pengelolaan air limbah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti: a) On-site sanitation; b) Off-site sanitation, berupa Terpadu, Komunal, dan Desentralisasi; c) Combined system; d) Separated system; dan e) Joint treatment industri dan domestik.

Bidang Penaatan dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo telah melakukan pemantauan kualitas air limbah pada beberapa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di beberapa lokasi di Kabupaten Kulon Progo.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan sarana untuk mengolah limbah berbentuk cair, misalnya limbah dari WC, air bekas cucian, atau kamar mandi.

IPAL Komunal merupakan Program Berbasis Masyarakat dari Kementerian PUPR yang dikemas dengan sebutan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), yang digunakan secara bersama-sama dalam sebuah kawasan permukiman padat.

Hasil pemantauan yang telah didapatkan menunjukkan bahwa dari semua Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang terpantau ternyata didapatkan nilai parameter Total Coliform yang masih melebihi baku mutu air limbah (> 3000 jumlah/100 mL) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

Baku mutu air limbah adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan/atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam sumber air dari suatu usaha dan/atau kegiatan.

Total Coliform merupakan bakteri Coliform yang berasal dari bahan organik, seperti kotoran manusia dan/atau hewan.

Konsumsi air dengan kandungan Total Coliform yang tinggi dapat menyebabkan pengaruh terhadap kesehatan manusia dan/atau hewan. (Himawan Novianto)