DLH Konsultasikan Masalah Bencana Tanah Longsor di Plampang ke BPDASHL Serayu Opak Progo

YOGYAKARTA (WARTA DLH) - Kelompok Substansi Pengkajian dan Konservasi Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo berkunjung ke Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo (BPDASHL SOP), Rabu (8/6/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka konsultasi kegiatan peningkatan konservasi air dan mitigasi bencana tanah longsor di Dusun Plampang II Kalurahan Kalirejo Kapanewon Kokap Kulon Progo.  

Curah hujan yang  tinggi volumenya sehingga mengakibatkan longsor pada lereng bukit dan menutup badan jalan.

Berdasarkan hasil konsultasi, strategi dalam penanganan longsor dari sisi lingkungan antara lain dengan melakukan penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam, menembus tanah, dan secara teknis diatur dengan jarak tanam yang tepat.

Khusus untuk daerah lereng curam dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diselingi dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan (di bagian dasar ditanami dengan rumput akar wangi).

Kawasan yang gersang disarankan untuk ditanami dengan tanaman yang memiliki akar kuat, serabutnya banyak, dan dalam seperti Nangka, Durian, Petai, dan Kaliandra.

Kegiatan BPDASHL yang berkaitan dengan penghijauan di luar Kawasan hutan adalah Kebun Bibit Rakyat (KBR).

KBR merupakan kegiatan yang bertujuan memperluas tutupan vegetasi dengan perbantuan bibit berbagai jenis tanaman serbaguna (MPTS) untuk dikelola kelompok masyarakat.

BPDASHL juga akan mengkaji dan menganalisa data lapangan sesuai titik koordinat longsor untuk membuat strategi khusus yang tepat untuk Dusun Plampang II Kalurahan Kalirejo Kapanewon Kokap Kulon Progo pada khususnya dan Kulon Progo pada umumnya. (Indriana Susanti)