Mengenal Lingkungan : Tanam Anggrek di Pohon, Meniru Hidupnya di Alam

ARTIKEL DLH KULON PROGO - Pernahkah sejenak kita berpikir bagaimana di hutan atau di alam liar anggrek dapat hidup subur dan sehat?  Hidup dengan menempel pada pohon yang besar dan tinggi? Dari mana asalnya anggrek yang kita nikmati keindahannya itu berasal? Kita dapat mengamati lingkungan sekitar kita masihkah dengan mudah kita dapati anggrek liar tersebut. Keberadaan anggrek di alam sekarang ini mulai berkurang seiring dengan alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian, perkebunan, permukiman. Perdagangan anggrek yang diambil langsung dari alam yang sering disebut “anggrek cabutan” atau “anggrek jungle” juga dapat berkontribusi dalam penurunan keberadaan anggrek di alam liar. 

Salah satu cara agar anggrek di alam tetap lestari yaitu dengan budidaya. Saat ini seiring banyaknya peminat tanaman anggrek, sudah banyak dilakukan budidaya. Metode budidaya anggrek yang banyak dilakukan yaitu dengan cara kultur embrio, atau menanam biji anggrek dalam media kondisi steril (aseptis), dimana media tanam yang digunakan tersebut terbuat dari unsur hara yang telah disterilkan dari jamur dan bakteri. Kultur biji anggrek umumnya dilaksanakan di laboratorium sehingga memungkinkan terpenuhinya kondisi steril. Buah anggrek yang berisi jutaan biji tidak semuanya dapat tumbuh menjadi tanaman dewasa, hanya kecil sekali kemungkinan tumbuhnya bijinya di alam liar tanpa campur tangan manusia. Anggrek yang telah dibudidayakan saat ini sudah banyak ditemukan di pasaran dan mudah ditemukan. Menanam anggrek dari budidaya berarti juga telah ikut menjaga konservasi anggrek di alam.

Lalu bagaimana kita menanam anggrek di pohon? Pada prinsipnya kita menanam anggrek dengan cara menempelkannya di pohon adalah meniru hidup anggrek di habitat aslinya yang memiliki sifat epifit. Kanopi/tajuk pohon dapat berfungsi sebagai payung atau pelindung yang dapat mengurangi intensitas cahaya matahari berlebih bagi anggrek kita. Kulit pohon yang lapuk dan air hujan menjadi pupuk alami bagi tanaman anggrek kita. Apabila dirasa masih kurang maka kita dapat memberikan asupan nutrisi berupa pupuk organik maupun pupuk kimia sesuai dengan dosisnya. Biasanya anggrek yang hidup di pohon akan lebih sehat dan kuat terhadap perubahan cuaca maupun serangan penyakit.  Menanam anggrek di pohon menjadi pilihan kita untuk dapat menikmati keindahan bunganya.

Cara paling mudah yang dapat kita lakukan yaitu menempelkan batang anggrek pada batang pohon dengan dibalut dengan sabut kelapa. Selain sebagai penopang tumbuhnya anggrek, sabut kelapa juga berfungsi sebagai penyimpan air dan nutrisi bagi tanaman. Sabut kelapa banyak menjadi pilihan karena mudah mendapatkannya dan harganya yang murah. Sobat lingkungan dapat belajar dan melihat bagaimana anggrek-anggrek jenis Dendrobium dan Cattleya yang tumbuh subur di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo, dan akan menampakkan keindahannya ketika berbunga. Menanam anggrek selain untuk konservasi juga sebagai bentuk kontribusi kita dalam menambah pasokan oksigen dan juga menambah estetika taman di lingkungan kita. Jadi tunggu apalagi, yuk kita hijaukan lingkungan sekitar kita dan perindah dengan anggrek. Salam lingkungan lestari. (Penulis : Dedy Kunardi – JFT Pedal DLH Kulon Progo)