Geluti Ikan, Antarkan Pemuda Asal Lendah Kulon Progo Maju Kalpataru

WARTA DLH, LENDAH – Suryanto (30), seorang pemuda asal Pedukuhan Carikan Kalurahan Bumirejo Kapanewon Lendah Kabupaten Kulon Progo tekun menggeluti dunia perikanan.

Buah ketekunannya, Suryanto meraih kesempatan menjadi salah satu nominator dalam seleksi Penghargaan Kalpataru Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2021 Kategori Perintis Lingkungan.

Ketertarikannya pada dunia ikan, ungkap Suryanto, dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan keberadaan ikan lokal yang mulai punah akibat pencemaran sungai dan penangkapan ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan.

“Dari ikan, kita bisa tahu bagaimana ikan berkembang biak. Bagaimana ikan hidup di perairan. Bisa belajar juga mengenai ekosistem perairan, pohon pelestari mata air, dan arti pentingnya kebersihan lingkungan,” papar Suryanto di hadapan Tim Verifikasi Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Selasa (6/4/2021).

Menggaungkan slogan “Edukasi Ikan Untuk Kelestarian Lingkungan”, pada tahun 2018 Suryanto mendirikan Surya Fish Farm Education (SFF EDU) di kediamannya Pedukuhan Carikan RT 03 RW 02.

SFF EDU fokus bergerak dalam kegiatan edukasi dan konservasi, meliputi belajar, mengenal, identifikasi, memelihara, reproduksi, serta pembudidayaan beraneka ragam jenis ikan lokal dan ikan asing.

“Mengenalkan ikan kepada anak usia dini adalah salah satu cara untuk mendidik mereka agar mempunyai karakter jiwa peduli lingkungan hidup di sekitarnya, cinta terhadap sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha Esa baik itu binatang ataupun tumbuhan serta cinta akan kebersihan lingkungan,” tutur Suryanto.

Memperlebar cakupan kegiatan, Suryanto bergabung dengan komunitas Wild Water Indonesia dan Kelompok Masyarakat Pengawas Pelestari Alam dan Satwa (Pokmaswas Padas).

Dibenarkan Lurah Bumirejo R. Edy Winarno, S.E, sepak terjang Suryanto sebagai penggiat lingkungan di bidang perikanan dikenal sudah cukup lama.

“Dulu di wilayah ini dalam menangkap ikan ada yang menggunakan racun, setrum, dan cara-cara yang tidak dibenarkan. Akan tetapi, berkat Mas Suryanto hal-hal semacam itu menjadi berkurang dan kesadaran warga meningkat,” ujar Edy Winarno.

Di lingkungan tempat tinggal, Suryanto aktif bersama warga melakukan bersih sungai secara berkala dan menginisiasi penyusunan peraturan tentang larangan perburuan liar.

Dukungan kepada Suryanto salah satunya datang dari pegiat Jejaring Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Ir. Saptono Tanjung.

Saptono Tanjung mengakui Suryanto sangat konsen terhadap kelestarian ikan terutama ikan-ikan lokal.

“Saya sangat apresiasi sekali karena jarang sekali orang-orang memperhatikan hal-hal semacam itu. Kami dari Jejaring Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kulon Progo sangat mendukung. Tidak semata demi juara, tetapi untuk bersama-sama membuka mata hati dalam pelestarian lingkungan,” kata Saptono Tanjung.

Ditambahkan Saptono Tanjung, pihaknya mengharapkan apa yang telah dilakukan Suryanto dapat menginspirasi khalayak sehingga ikan native di wilayah Kulon Progo tetap lestari.

“Dan kemudian bisa dikreasikan menjadi trik-trik baru dari hasil budidaya ikan-ikan lokal ini menjadi pemanfaatan yang lebih luas lagi untuk menyejahterakan masyarakat di era pandemi,” imbuh tokoh Kulon Progo peraih Kalpataru Tingkat Nasional Kategori Pembina Lingkungan Tahun 2017 tersebut.

Dalam kesempatan Verifikasi Kalpataru di kediaman Suryanto, rombongan tim dipimpin oleh Kepala Balai Perbenihan Kehutanan DLHK DIY Ir. Tri Basuki Sundoro, M.Sc. Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Kulon Progo Drs. Sumarsana, M.Si tampak hadir langsung mendampingi. (Prd)